JK Tawarkan Investasi Energi Rp70 Triliun ke Prabowo untuk Capai Target Pertumbuhan 8 Persen

- Kamis, 11 Juni 2026 | 10:00 WIB
JK Tawarkan Investasi Energi Rp70 Triliun ke Prabowo untuk Capai Target Pertumbuhan 8 Persen

PARADAPOS.COM - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), membawa proposal investasi energi senilai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6). Dalam pertemuan tersebut, JK menawarkan percepatan pembangunan pembangkit energi hijau berkapasitas 2.000 megawatt untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah. Ia datang bersama putranya, Solihin Kalla, untuk memaparkan kesiapan kelompok usahanya dalam mengembangkan proyek-proyek energi nasional, terutama energi terbarukan.

Investasi Strategis untuk Ketahanan Energi

Usai pertemuan, JK mengungkapkan bahwa diskusi berlangsung cukup panjang dan mendalam. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan energi akan meningkat drastis apabila Indonesia ingin keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi menengah dan mencapai target pertumbuhan hingga 8 persen per tahun. Menurutnya, pembangunan kapasitas energi baru menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

“Kami, saya dengan Solihin (Kalla - anak JK) baru saja berdiskusi, berbicara lama dengan Bapak Presiden untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi,” kata JK usai pertemuan.

Ia menambahkan bahwa tanpa dukungan pasokan energi yang memadai, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak mungkin tercapai. “Jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen sampai 8 persen, itu butuh energi luar biasa banyaknya. Karena itu tanpa energi itu, kita akan sulit untuk meningkatkan itu,” ungkap dia.

Kesiapan Proyek dan Respons Positif Pemerintah

Dalam kesempatan itu, JK memaparkan bahwa kelompok usahanya telah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1.500 megawatt. Kini, mereka siap membangun tambahan 2.000 megawatt yang mencakup PLTA dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

“Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG,” jelasnya.

JK mengaku mendapat respons positif dari Presiden Prabowo. Pemerintah disebut mendukung percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau yang menjadi salah satu fondasi penting pembangunan ekonomi jangka panjang.

“Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen, yang sekarang 5-6 persen. Karena itu butuh energi yang kuat seperti itu,” jelas dia.

Diskusi Meluas ke Isu Geopolitik

Selain membahas investasi energi, JK mengungkapkan bahwa diskusi dengan Presiden juga menyentuh sejumlah isu geopolitik dan perdamaian internasional yang berkembang saat ini. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan sinergi antara pengalaman sektor swasta dan visi pemerintah dalam membangun ketahanan energi nasional.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar