Siswi SD di Indonesia, Putri Alya Sidik (9), Luncurkan Tiga Buku Berbahasa Inggris Sekaligus

- Kamis, 11 Juni 2026 | 15:25 WIB
Siswi SD di Indonesia, Putri Alya Sidik (9), Luncurkan Tiga Buku Berbahasa Inggris Sekaligus
PARADAPOS.COM - Seorang siswi sekolah dasar di Indonesia, Putri Alya Sidik (9), meluncurkan tiga buku berbahasa Inggris sekaligus dalam satu waktu. Ketiga buku tersebut merupakan bagian dari serial Diary of Alya, yang mengangkat tema keseharian anak-anak. Peluncuran ini menjadi sorotan karena jumlah penulis cilik di Indonesia masih sangat terbatas, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana dukungan orang tua dapat mendorong bakat unik seorang anak.

Meluncurkan Tiga Buku dalam Bahasa Inggris

Putri Alya Sidik, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, berhasil menerbitkan tiga buku berbahasa Inggris berjudul My School is My Second Home, I Love Healthy Food, dan Learning Piano Makes Me Happy. Ketiga buku ini merupakan bagian dari serial Diary of Alya, sebuah kumpulan cerita yang mengangkat tema kegiatan sehari-hari dan hal-hal yang dekat dengan dunia anak-anak. Proses kreatif Alya dimulai dari kebiasaannya membaca buku sejak usia dini. Semakin sering ia berinteraksi dengan berbagai bacaan, imajinasinya pun berkembang pesat. Ia mulai mampu membayangkan dunia dan karakter-karakter yang hidup dalam pikirannya sendiri.

Awal Mula Keberanian Menulis

"Suatu hari aku sempat berpikir, bagaimana kalau aku tidak hanya membaca buku? Bagaimana kalau aku membuat buku aku sendiri?" ungkap Alya mengenai awal mula keberaniannya menulis. Pertanyaan sederhana itu menjadi titik tolak bagi Alya untuk menuangkan pengalaman dan imajinasi masa kecilnya ke dalam tulisan. Ia tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga pencipta cerita.

Dukungan Orang Tua sebagai Kunci

Peluncuran buku ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih peka terhadap potensi unik setiap anak. Dukungan orang tua dianggap sebagai kunci utama dalam membantu anak mengeksplorasi bakat mereka. Alya adalah contoh nyata bagaimana seorang anak mampu menghasilkan karya luar biasa di usia yang sangat muda berkat dorongan dari lingkungan terdekatnya. "Launching buku dari adik Alya ini menjadi contoh kepada masyarakat bahwa orang tua perlu mendidik putra-putrinya sesuai potensinya masing-masing," jelas psikolog sekaligus Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi. "Dalam usia 9 tahun, Ia menulis buku apalagi dalam bahasa Inggris, itu suatu hal yang luar biasa sekali," tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan Literasi Anak

Kehadiran Alya sebagai penulis cilik diharapkan dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan minat baca, keterampilan menulis, serta kemampuan berbahasa Inggris di kalangan generasi muda sejak dini. Dengan adanya serial Diary of Alya, literasi bukan lagi sekadar kewajiban sekolah. Ia menjadi ruang ekspresi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka kepada dunia.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar