Kabupaten Sigi Paling Terdampak Parah
Dari laporan yang dihimpun, Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak paling signifikan. Di wilayah tersebut, jumlah warga terdampak menembus 1.813 KK atau 5.744 jiwa. Kerusakan infrastruktur di sana juga terbilang masif. Data BNPB merinci, sebanyak 1.074 unit rumah warga mengalami rusak ringan, 110 unit rumah rusak sedang, dan 30 unit rumah lainnya mengalami rusak berat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan keterangan resmi terkait perkembangan situasi.
"Sebanyak 73 warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya mengalami luka berat. Adapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Di Sigi tercatat 71 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia."
Langkah Cepat Penanganan Darurat
Sebagai respons cepat, pemerintah daerah setempat segera mengaktivasi Pos Komando (Posko) darurat. Langkah ini diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan dasar bagi warga yang membutuhkan. "Pemerintah daerah setempat akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku, dengan memanfaatkan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi. Penanganan darurat dan pendataan logistik terus dipasok ke wilayah terdampak," jelas Abdul Muhari.
Sementara itu, situasi di wilayah penyangga lainnya dilaporkan relatif lebih stabil. Di Kota Palu, korban luka tercatat dua orang. Di Kabupaten Poso, terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 KK atau 40 jiwa dilaporkan ikut terdampak guncangan gempa.
Imbauan Kewaspadaan dari BNPB
Menyikapi rentetan bencana ini, BNPB meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak lengah. Kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, terutama terkait potensi bencana hidrometeorologi susulan pascagempa. "Masyarakat kami minta tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh informasi hoaks yang belum terverifikasi terkait penanganan gempa Sulteng. Selalu ikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Dituding Ditunggangi Politik, Pelacak Ditemukan di Mobil Mewah yang Digunakannya
Kritik MBG Watch: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Jadi Skandal Korupsi Terbesar
PINTU Kembali Raih Penghargaan Kepatuhan Regulasi, Satu-Satunya Platform Kripto dengan Predikat Gold Dua Tahun Beruntun
Petani dan Mahasiswa Tolak Pembangunan Batalyon TP di Jember, Nilai Ekonomi Lahan Capai Rp11,83 Miliar per Tahun