PARADAPOS.COM - Warga di sekitar Terminal Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria dalam kondisi membusuk di dalam sebuah kamar kontrakan pada Rabu pagi, 17 Juni 2026. Peristiwa ini pertama kali mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun Instagram @info_pinang_ranti, memperlihatkan proses evakuasi jenazah dari lokasi. Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa jasad telah dibawa ke RS Polri untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab kematian.
Kronologi Penemuan Jasad di Kontrakan
Bau menyengat yang tidak biasa dari salah satu kamar kontrakan di kawasan padat penduduk itulah yang pertama kali menarik perhatian warga. Beberapa penghuni kontrakan lain mulai curiga setelah beberapa hari tidak melihat aktivitas dari pria penghuni kamar tersebut. Ketika pintu kamar akhirnya dibuka paksa, mereka mendapati sesosok tubuh sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan membusuk.
“Pagi ini warga sekitaran terminal dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki di dalam kamar kontrakan,” tulis akun @info_pinang_ranti dalam unggahannya yang langsung menyebar luas dan memicu reaksi dari warganet.
Proses Evakuasi dan Penanganan Awal
Petugas dari Polsek Makasar yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi di sekitar area kontrakan. Suasana di tempat kejadian perkara sempat riuh oleh warga yang berkerumun ingin menyaksikan proses evakuasi. Tim medis dan identifikasi kemudian bekerja untuk memindahkan jenazah dengan hati-hati.
“Sudah dicek dan sudah dibawa ke RS Polri dalam rangka untuk dilakukan autopsi,” ujar Sumardi saat dikonfirmasi di lokasi. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami identitas korban serta menghubungi keluarga terdekat.
Penyelidikan Lebih Lanjut oleh Pihak Berwenang
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan intensif. Beberapa saksi di sekitar kontrakan telah dimintai keterangan untuk merekonstruksi hari-hari terakhir korban sebelum ditemukan tewas. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mencolok di tempat kejadian, namun polisi belum mau berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar.
Warga sekitar berharap proses investigasi berjalan transparan dan cepat. Mereka juga mengimbau agar pemilik kontrakan lebih ketat dalam mendata penghuni demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Dituding Ditunggangi Politik, Pelacak Ditemukan di Mobil Mewah yang Digunakannya
Kritik MBG Watch: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Jadi Skandal Korupsi Terbesar
PINTU Kembali Raih Penghargaan Kepatuhan Regulasi, Satu-Satunya Platform Kripto dengan Predikat Gold Dua Tahun Beruntun
Petani dan Mahasiswa Tolak Pembangunan Batalyon TP di Jember, Nilai Ekonomi Lahan Capai Rp11,83 Miliar per Tahun