PARADAPOS.COM - Ratusan perempuan dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia berhasil menerobos blokade polisi dan menggelar long march di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari ini. Aksi ini menuntut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk segera menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para demonstran bergerak dari Dukuh Atas, melewati Sudirman, hingga akhirnya mencapai Bundaran HI dan Thamrin, sebelum bergabung dengan mahasiswa dari berbagai kampus di Patung Kuda.
Menerobos Blokade, Suara Perempuan di Jalanan
Suasana di Bundaran HI pagi itu berubah menjadi riuh rendah. Ratusan perempuan dengan atribut aliansi berjalan beriringan, sesekali meneriakkan yel-yel. Mereka datang dengan tekad bulat, meskipun sempat dihadang oleh aparat. Afifah, Koordinator Lapangan Aliansi Perempuan Indonesia, angkat bicara dengan lantang.
“Kalau kami dihalangi, polisi menghalangi kami bersuara, artinya polisi tidak pro rakyat. Kenapa kami dilarang bersuara di jalanan? Unjuk rasa itu harus di jalan, agar kami menyampaikan suara kami ke rakyat. Jadi kenapa harus dihalangi kalau mau demo di Bundaran HI,” tegas Afifah.
Ia menambahkan, Bundaran HI selama ini menjadi simbol perekonomian Indonesia. Namun, sebagai kaum perempuan, mereka merasa tidak menikmati hasil pembangunan dari kawasan tersebut.
“Gedung-gedung tinggi ini tidak memberi kami makan,” ujarnya.
MBG dan Harga Kebutuhan Pokok Jadi Sorotan
Perwakilan aliansi lainnya, Fatum Ade, menyampaikan bahwa tuntutan paling mendesak saat ini adalah penghentian program MBG. Menurutnya, program tersebut hanya membuang-buang anggaran dan rawan korupsi.
“Stop MBG, stop tebang hutan, stop jalan-jalan ke luar negeri, Prabowo Gibran cuma habiskan anggaran. Pidato gak penting cuma nyuruh nyuruh pidato bahasa Prancis lah, Portugis lah, yang tidak menyangkut perut rakyat,” ucapnya.
Fatum Ade juga menyoroti kenaikan harga bahan pokok yang semakin memberatkan masyarakat. Dua pekikan utama yang terus mereka teriakkan sepanjang long march adalah “Turunkan harga!” dan “Hentikan MBG!”.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Eddy Soeparno Desak PLN Atasi Pemadaman Listrik di Jawa, Sumatra, dan Bali Akibat Krisis Pasokan Batubara
Pemerintah Tetapkan Tiga Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik sebagai Program Strategis Nasional
Pertamina Patra Niaga Berdayakan 155 Penyandang Disabilitas, Kedai Kopi Inklusif Raup Omzet Rp300 Juta
Suzuki Ingatkan Pentingnya Rack Steer, Komponen Vital Penentu Stabilitas Kemudi