Museum As Safiyyah di Madinah Jadi Destinasi Edukasi Sejarah Nabi Favorit Jemaah Haji Indonesia

- Minggu, 21 Juni 2026 | 04:00 WIB
Museum As Safiyyah di Madinah Jadi Destinasi Edukasi Sejarah Nabi Favorit Jemaah Haji Indonesia
PARADAPOS.COM - Museum As Safiyyah, yang terletak tepat di depan kawasan Masjid Nabawi, Madinah, kini menjadi salah satu destinasi edukasi religi yang paling banyak dikunjungi jemaah haji Indonesia. Museum ini menyajikan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW melalui perpaduan teknologi audio-visual, diorama, dan replika berukuran asli, memberikan pengalaman visual yang mendalam bagi setiap pengunjung.

Menyusuri Jejak Sejarah di Setiap Sudut Museum

Begitu melangkah masuk, pengunjung akan disambut oleh gambaran detail rumah Rasulullah, lengkap dengan suasana yang mencerminkan kehidupan sederhana di masa kenabian. Tidak hanya itu, mimbar Masjid Nabawi dan replika makam Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq serta Umar bin Khattab di kawasan Raudhah juga dapat dilihat dari dekat. Suasana hening dan khidmat terasa saat jemaah berjalan perlahan, mencermati setiap sudut yang disajikan.

Lebih dari Sekadar Pameran

Museum ini tidak hanya berhenti pada replika fisik. Sejarah perkembangan Kota Madinah, silsilah nabi, serta kehidupan masyarakat muslim pada masa kenabian disajikan dalam format modern yang mudah dipahami. Teknologi audio-visual digunakan secara interaktif, membuat narasi sejarah terasa hidup dan relevan bagi semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. “Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan memahami perjalanan hidup Nabi,” jelas salah satu pemandu museum saat ditemui di lokasi. “Setiap diorama dan video dirancang untuk membawa mereka seolah-olah berada di masa itu.” Dengan pendekatan yang menggabungkan edukasi dan teknologi, Museum As Safiyyah menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Bagi jemaah haji Indonesia, tempat ini bukan sekadar objek wisata, melainkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman spiritual sebelum menunaikan ibadah puncak di Masjid Nabawi.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar