Wapres Gibran Pastikan RSUD Asmat Ditingkatkan ke Tipe C untuk Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah 3T

- Minggu, 21 Juni 2026 | 19:25 WIB
Wapres Gibran Pastikan RSUD Asmat Ditingkatkan ke Tipe C untuk Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah 3T
PARADAPOS.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan penguatan layanan kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan mendorong percepatan peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perpetua H. Safanpo di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dari Tipe D menjadi Tipe C. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan dasar yang berkualitas dan merata hingga ke pelosok negeri. Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Janji Pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Asmat

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menyempatkan diri meninjau langsung RSUD Perpetua J. Safanpo. Ia berkeliling melihat fasilitas pelayanan yang tersedia dan berdialog dengan sejumlah pasien yang tengah dirawat. Suasana di rumah sakit tersebut tampak sibuk namun penuh harap, mengingat keterbatasan alat dan tenaga medis yang selama ini menjadi keluhan utama warga setempat. "Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga," tutur Wapres Gibran di hadapan para tenaga kesehatan dan perwakilan masyarakat setempat.

Harapan Direktur RSUD Perpetua J. Safanpo

Direktur RSUD Perpetua H. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia meyakini bahwa kehadiran Wapres dapat mempercepat proses peningkatan kelas rumah sakit yang selama ini dinanti-nantikan. RSUD Perpetua J. Safanpo sendiri merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming di sektor kesehatan. "Karena untuk rumah sakit kami ini, kami menanggung pembiayaan melalui dana otsus (otonomi khusus) untuk pasien-pasien dari Orang Asli Papua, khususnya orang Asmat," jelas Yenny. Ia berharap peningkatan status rumah sakit tidak hanya berhenti pada perubahan kelas administrasi, tetapi juga diikuti dengan penambahan alat pelayanan kesehatan yang vital, seperti CT scan. Dengan begitu, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah yang memakan biaya besar dan waktu tempuh yang panjang. Hal ini dinilai krusial untuk mengurangi beban biaya rujukan yang selama ini ditanggung oleh dana otonomi khusus.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar