PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyatakan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dalam wawancara dengan Al Arabiya saat kunjungannya ke Kairo, Dar mengungkapkan keyakinannya bahwa kedua negara pada akhirnya akan mencapai kesepakatan final. Pernyataan ini muncul di tengah rangkaian perundingan teknis yang tengah berlangsung di Swiss, menyusul penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu, 17 Juni 2026, yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz.
Fase Perundingan yang Lebih Menantang
Dar menambahkan bahwa tahap selanjutnya dari perundingan antara Washington dan Teheran diprediksi akan "lebih sulit." Meski demikian, ia menekankan bahwa telah tercapai kesepakatan untuk mengurangi tingkat pengayaan persediaan nuklir Iran. Kedua pihak, jelasnya, telah sampai pada kesimpulan bahwa diplomasi merupakan solusi utama.
"Telah disepakati untuk mengurangi tingkat pengayaan persediaan nuklir Iran dan bahwa kedua pihak mencapai kesimpulan bahwa diplomasi adalah solusinya," ungkap Dar.
Kesepakatan di Selat Hormuz
Dalam perkembangan lain, Dar menyatakan bahwa tidak akan ada biaya transit yang dikenakan di Selat Hormuz selama periode 60 hari. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pungutan untuk "transit" atau "layanan" di jalur pelayaran strategis tersebut. Keputusan ini menjadi salah satu poin krusial dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Tim Teknis di Swiss
Lebih lanjut, Dar mengungkapkan bahwa tiga tim teknis saat ini tengah berada di Swiss. Masing-masing tim bertugas membahas tiga isu utama: masalah nuklir Iran, aset Iran yang dibekukan di luar negeri, serta situasi terkini di Lebanon. Kehadiran tim teknis ini menandai langkah konkret setelah babak perundingan sebelumnya.
Delegasi AS dan Iran diketahui telah tiba di Swiss untuk melakukan pembicaraan lanjutan. Pertemuan di Burgenstock itu dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance, sementara dari pihak Iran hadir Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Seluruh proses perundingan ini berlangsung di bawah mediasi Pakistan.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Argentina Siap Hadapi Austria di Laga Grup J Piala Dunia 2026, Messi Jadi Andalan
Wali Kota Singkawang Bagikan 7.000 Bakcang Gratis di Festival Budaya Tahunan
SIM Mati Sehari, Pemilik Wajib Bikin Baru dan Ikuti Ujian Ulang
Din Syamsuddin Dorong Bamusi Gelar Dialog Lintas Ormas Islam untuk Kawal Pemerintahan