Andy Burnham Kembali Menjadi Sorotan Usai Pengunduran Diri Starmer

- Senin, 22 Juni 2026 | 13:25 WIB
Andy Burnham Kembali Menjadi Sorotan Usai Pengunduran Diri Starmer

PARADAPOS.COM - Pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin, 22 Juni 2026, langsung memicu spekulasi soal suksesi di tubuh Partai Buruh. Di antara sejumlah nama yang mencuat, Andy Burnham, Wali Kota Greater Manchester, kembali menjadi sorotan utama. Politikus senior ini dianggap memiliki kombinasi langka antara pengalaman di pemerintahan pusat dan basis dukungan yang solid di tingkat daerah, terutama di kawasan utara Inggris yang kerap merasa terpinggirkan secara ekonomi. Pertanyaan besarnya kini: akankah ia melangkah kembali ke panggung nasional?

Dari Liverpool ke Westminster: Jejak Karier Nasional

Lahir di Liverpool pada 7 Januari 1970, Andy Burnham memulai perjalanan politiknya di Partai Buruh dan berhasil merebut kursi parlemen pada awal 2000-an. Di Westminster, ia bukan sekadar anggota biasa. Burnham pernah duduk di kursi penting pemerintahan Gordon Brown, menjabat sebagai Chief Secretary to the Treasury—semacam wakil menteri keuangan yang mengawasi belanja negara—Menteri Kebudayaan, dan kemudian Menteri Kesehatan. Rentetan jabatan ini memberinya perspektif langsung tentang bagaimana kebijakan publik dirancang dan diimplementasikan dari pusat.

Pengalaman di tiga kementerian berbeda itu, dari budaya hingga kesehatan, membuatnya memahami kompleksitas birokrasi nasional. Ia bukan politisi yang hanya pandai berpidato; ia pernah berada di balik meja pengambilan keputusan.

Pindah Haluan: Membangun Kekuatan di Manchester Raya

Setelah Partai Buruh kehilangan kekuasaan, Burnham mengambil langkah yang tidak biasa bagi politisi papan atas: ia beralih ke politik lokal. Pada 2017, ia memenangkan kursi Wali Kota Greater Manchester, sebuah kawasan metropolitan yang menjadi pusat ekonomi dan budaya di luar London. Di posisi ini, tanggung jawabnya sangat luas, mulai dari transportasi publik, pembangunan ekonomi, perumahan, hingga pengawasan kepolisian daerah.

Kepemimpinannya di Manchester bukan tanpa sorotan. Ia getol mendorong perbaikan layanan bus dan trem, memperkuat jaring pengaman sosial, serta gencar menarik investasi ke kawasan utara. Yang membuatnya berbeda, Burnham secara konsisten menyuarakan ketimpangan antara London dan wilayah utara Inggris. Ia kerap menyebut perlunya desentralisasi kekuasaan dan anggaran agar daerah tidak lagi menjadi penonton di negeri sendiri.

Sikapnya yang vokal ini membangun reputasi sebagai pembela kepentingan lokal. Berbagai pengamat mencatat, ia berhasil menciptakan basis dukungan yang kuat dan personal, sesuatu yang langka di era politik yang serba jarak jauh. Ia dipandang bukan sekadar administrator, melainkan representasi dari suara masyarakat utara yang ingin didengar.

Suara Kritis di Tengah Partai

Meski fokus di Manchester, Burnham tidak pernah benar-benar meninggalkan percaturan Partai Buruh. Ia beberapa kali menyampaikan pandangan yang berbeda dengan garis partai, terutama soal kebijakan ekonomi dan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Sikap independen ini justru membuatnya semakin dihormati, karena ia dinilai tidak sekadar menjadi "yes man" bagi pimpinan partai.

Ia pernah mengatakan bahwa partai harus berani melakukan perubahan struktural jika ingin kembali dipercaya publik. Pernyataan-pernyataan seperti itu membuatnya terus disebut dalam diskusi tentang masa depan partai, terutama di saat transisi kepemimpinan seperti sekarang.

Mengapa Namanya Kembali Menonjol?

Dalam situasi politik yang cair, Andy Burnham menawarkan sesuatu yang langka: pengalaman di tiga level pemerintahan—parlemen, kabinet, dan daerah. Ia bukan figur yang hanya dikenal karena satu isu atau satu jabatan. Kombinasi ini memberinya perspektif yang lebih utuh tentang bagaimana kebijakan bekerja dari pusat hingga ke lapangan.

Dengan basis dukungan yang solid di utara dan jaringan politik yang luas di Westminster, ia menjadi salah satu dari sedikit tokoh yang bisa menjembatani kesenjangan antara elit London dan kebutuhan daerah. Apakah ia akan mengambil peran lebih besar di tingkat nasional? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, namanya tidak akan mudah hilang dari peta politik Inggris dalam waktu dekat. (Keysa Qanita)

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar