Kepala Kanwil Imigrasi NTT yang Baru Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Pelayanan dan Pengawasan Perbatasan

- Senin, 22 Juni 2026 | 18:25 WIB
Kepala Kanwil Imigrasi NTT yang Baru Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Pelayanan dan Pengawasan Perbatasan

PARADAPOS.COM - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru, Saroha Manullang, resmi dilantik di Jakarta dan langsung menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan publik. Dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang pada Senin, ia menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan adalah bagian dari estafet pengabdian. Fokus utamanya adalah meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah serta mengembangkan infrastruktur layanan keimigrasian di provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia ini.

Panggung Baru di Ujung Timur

Suasana di Kupang pagi itu terasa berbeda. Sebuah babak baru dimulai di lingkungan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT. Saroha Manullang, yang kini memegang kendali, datang dengan visi yang jelas. Ia ingin menghadirkan pelayanan keimigrasian yang tidak hanya dekat dengan masyarakat, tetapi juga kokoh dalam menjaga kedaulatan negara di bagian timur Indonesia. Wilayah NTT, dengan segala tantangan geografisnya yang terdiri dari ribuan pulau, dinilai memiliki peran strategis. Pengawasan lalu lintas orang antarnegara dan dukungan terhadap pembangunan daerah menjadi dua pilar utama yang akan diperkuat.

Saroha berjanji akan memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan. Ia juga mendorong perluasan akses layanan imigrasi bagi masyarakat NTT. Menurutnya, posisi NTT sebagai daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia menjadikan wilayah ini sangat penting.

"Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, saya mengharapkan dukungan dari semua pihak agar Imigrasi NTT dapat terus berkarya, berbakti, dan berdampak bagi masyarakat NTT," ujar Saroha dalam pernyataannya.

Memperluas Jangkauan, Membangun Unit Baru

Salah satu agenda yang langsung menjadi prioritas adalah perluasan jangkauan pelayanan. Langkah ini akan diwujudkan melalui pembentukan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) dan pengusulan pendirian kantor imigrasi baru di sejumlah wilayah dengan kebutuhan layanan yang tinggi. Hal ini dinilai mendesak mengingat luasnya wilayah NTT. Masih banyak masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus paspor atau dokumen keimigrasian lainnya.

Selain memperluas akses, pengawasan di kawasan perbatasan dan pintu masuk internasional juga akan diperketat. Langkah ini tidak hanya untuk mendukung keamanan nasional, tetapi juga memberikan kepastian layanan bagi wisatawan dan pelaku usaha yang datang ke NTT.

Melanjutkan Estafet, Menatap Masa Depan

Saroha tidak memulai dari nol. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis oleh pendahulunya, Arvin Gumilang. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital, penguatan pengawasan orang asing, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pariwisata. Arvin Gumilang sendiri kini mendapat tugas baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat.

Arvin menyatakan bahwa berbagai capaian yang telah dibangun selama memimpin Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, termasuk penguatan pelayanan publik, diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan baru. Dengan semangat yang sama, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT optimistis dapat semakin memperkuat perannya sebagai garda terdepan. Peran itu mencakup menjaga kedaulatan negara, melindungi kepentingan nasional, serta menghadirkan pelayanan keimigrasian yang profesional, responsif, dan mudah diakses masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terluar di NTT.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar