Program PISEW Bangun Infrastruktur Desa, Tekan Biaya Produksi Petani dan Kurangi Kesenjangan Ekonomi

- Selasa, 23 Juni 2026 | 09:50 WIB
Program PISEW Bangun Infrastruktur Desa, Tekan Biaya Produksi Petani dan Kurangi Kesenjangan Ekonomi
PARADAPOS.COM - Pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu kunci membuka akses ekonomi dan menekan biaya produksi masyarakat, terutama di sektor pertanian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2025 mencatat tingkat kemiskinan di desa mencapai 11,03 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan perkotaan yang hanya 6,73 persen. Angka ini mencerminkan kesenjangan pembangunan yang masih menganga, termasuk dalam hal infrastruktur dasar. Menjawab tantangan itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menjalankan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Skema padat karya ini langsung melibatkan masyarakat desa, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

PISEW: Bukan Sekadar Beton dan Aspal

Program PISEW tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas sosial ekonomi wilayah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian dan swasembada pangan di desa. Pendekatan partisipatif menjadi kunci, di mana warga desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam setiap tahapan pembangunan. Manfaat nyata dari program ini mulai terlihat di sejumlah daerah. Di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, pembangunan jalan desa memberikan dampak langsung bagi para petani. Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini lebih mulus, memangkas biaya distribusi dan produksi hasil pertanian secara signifikan.

Dari Lampung hingga Karawang: Infrastruktur yang Mengubah Hidup

Infrastruktur yang lebih baik membuat akses menuju lahan pertanian dan pusat distribusi menjadi lebih mudah. Aktivitas ekonomi warga pun berjalan lebih efisien. Biaya transportasi yang turun otomatis meningkatkan margin keuntungan petani. Kondisi serupa juga dirasakan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebuah ruas jalan sepanjang 272 meter dengan lebar 3,5 meter telah rampung sejak November 2025. Jalan ini kini meningkatkan aksesibilitas masyarakat setempat secara nyata. Peningkatan konektivitas di Karawang turut mendorong produktivitas warga. Mobilitas hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya menjadi lebih lancar. Warga tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar atau ke tempat penyimpanan.

Harapan di Balik Program Padat Karya

Melalui program PISEW, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus diperluas. Targetnya bukan hanya perbaikan fisik, tetapi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi kesenjangan antara desa dan kota. "PISEW menjadi asa untuk bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat desa," demikian tertulis dalam dokumentasi program. Harapannya, setiap ruas jalan yang dibangun, setiap saluran irigasi yang diperbaiki, bisa menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di pedesaan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar