BEI Pastikan Free Float RANS Capai 28,85 Persen, Lampaui Aturan Bursa

- Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB
BEI Pastikan Free Float RANS Capai 28,85 Persen, Lampaui Aturan Bursa
PARADAPOS.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan bahwa PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) telah memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik minimum untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). Melalui prospektus yang telah dipublikasikan, perseroan menawarkan sekitar 20 persen saham kepada publik. Namun, dengan mempertimbangkan pemegang saham eksisting yang turut memenuhi kriteria free float, total porsi kepemilikan publik diperkirakan mencapai 28,85 persen. Proses ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan perubahan regulasi bursa terkait batas minimum free float.

Klarifikasi BEI soal Porsi Free Float RANS

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan penjelasan resmi terkait struktur kepemilikan saham RANS pasca-IPO. Ia menegaskan bahwa porsi free float perseroan telah melampaui ambang batas yang ditetapkan. “Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float Perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen. Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Dasar Hukum Evaluasi Pencatatan Saham

Salah satu poin krusial yang disorot adalah dasar hukum yang digunakan dalam evaluasi pencatatan saham RANS. Nyoman menambahkan, proses penilaian dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku pada saat permohonan pencatatan diterima oleh BEI. “Dokumen permohonan pencatatan saham Perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada tanggal 31 Maret 2026, sehingga proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima,” katanya. Penjelasan ini sekaligus menjawab keraguan publik mengenai apakah RANS tunduk pada aturan terbaru yang mewajibkan emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun memiliki free float minimal 25 persen. Karena pengajuan dilakukan sebelum aturan anyar berlaku, maka ketentuan lama yang menjadi acuan.

Angka IPO dan Respons Publik

Sebelumnya, struktur IPO RANS memang menjadi perbincangan hangat di kalangan investor dan warganet. Pasalnya, perseroan hanya melepas 20,02 persen saham ke publik. Angka ini dinilai tipis jika dibandingkan dengan ketentuan baru BEI. Berdasarkan prospektus, dengan kisaran harga penawaran Rp135 hingga Rp170 per saham, kapitalisasi pasar perseroan diperkirakan berada pada rentang Rp1,7 triliun hingga Rp2,14 triliun. Di sinilah letak kegelisahan publik: apakah angka 20,02 persen itu sudah cukup ideal? Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan, sejumlah warganet mempertanyakan kepatuhan RANS terhadap aturan bursa. Namun, dengan pernyataan resmi dari BEI, kekhawatiran itu perlahan mereda. Proses IPO pun terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar