PARADAPOS.COM - Piala Dunia 2026 menjadi panggung kembalinya Timnas Norwegia setelah absen selama 32 tahun. Namun, yang paling menyita perhatian dunia bukan hanya permainan Erling Haaland dan kawan-kawan, melainkan ritual unik suporter mereka yang dikenal sebagai Viking Row. Gerakan kompak seperti mendayung perahu ini viral di media sosial, dilakukan oleh ribuan pendukung di stadion, anak sekolah, pekerja kantoran, hingga para politisi di Norwegia.
Akar Tradisi di Balik Gerakan Mendayung
Viking Row bukan sekadar koreografi suporter biasa. Gerakan ini berakar pada sejarah panjang bangsa Norwegia sebagai pelaut ulung. Negeri Skandinavia yang dikelilingi fjord, pulau, dan selat ini menjadikan air sebagai jalur utama transportasi, bukan penghalang.
Jauh sebelum jembatan dan terowongan modern dibangun, perahu adalah satu-satunya cara untuk bepergian. Mulai dari aktivitas memancing hingga berdagang, hampir semuanya dilakukan dengan mendayung. Kebiasaan inilah yang kemudian menjelma menjadi identitas kolektif.
Dari Zaman Viking ke Lapangan Hijau
Semangat Viking Row bukanlah gimik atau kostum belaka. Pada Zaman Viking, sekitar tahun 1000 Masehi, penjelajah Norse yang dipimpin Leif Erikson berlayar dan mendayung ke barat dari Greenland. Mereka tercatat sebagai orang Eropa pertama yang mencapai Amerika Utara, berlabuh di Vinland—yang kini diperkirakan berada di Newfoundland, Kanada.
Kapal-kapal Viking dibangun untuk kecepatan, fleksibilitas, dan daya tahan. Layar digunakan saat angin mendukung, namun dayung menjadi andalan ketika tenaga otot diperlukan. Ritme dayung yang serempak menjadi kunci perjalanan jarak jauh mereka.
"Viking Row merupakan kekuatan sejarah yang kuat dengan kerja sama tim, ritme, dan tujuan bersama," tulis laman resmi pariwisata Norwegia. Semangat ini dinilai sangat cocok dengan esensi sepak bola: sebuah tim, kerumunan, dan kapal yang sama-sama bergantung pada koordinasi serta dorongan kuat untuk terus bergerak maju, bahkan di tengah laut yang bergelombang.
Berdasarkan video yang beredar luas, gerakan Viking Row diiringi tabuhan drum dan hentakan kaki yang serempak. Ribuan suporter bergerak seirama, menciptakan atmosfer yang sulit diabaikan siapa pun yang menonton.
Fenomena Global yang Ikonik
Viralnya Viking Row telah melampaui batas negara. Ritual ini kini bisa dirayakan oleh siapa pun di belahan dunia lain. Bahkan, ketika mengetik kata kunci 'Viking Row' di mesin pencari Google, pengguna akan disambut animasi para Viking dengan bendera Norwegia yang sedang mendayung di jendela pencarian.
Di Piala Dunia 2026, gemuruh Viking Row dipastikan masih akan menggema. Norwegia telah mengunci tempat di babak 32 besar dan bertekad untuk terus 'mendayung' sejauh mungkin dalam turnamen ini.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jese Rodriguez Batal ke Persib, Eks Bintang Real Madrid Perpanjang Kontrak di Las Palmas hingga 2028
Polres Tanjung Priok Tangkap Penjual 22 Pucuk Senjata Air Gun Ilegal, Raup Rp200 Juta
Kemkomdigi Canangkan Delapan Paket Kolaborasi Digital untuk Atasi Kesenjangan Akses di 3.000 Desa
Siswa SMP di Semarang Trauma dan Tak Bersekolah Selama Tiga Bulan Usai Dirundung Kakak Kelas di Toilet