PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan kekeringan akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Jawa Tengah berjalan maksimal. Distribusi air bersih terus digencarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiga kabupaten, yakni Banyumas, Boyolali, dan Klaten. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa upaya darurat ini terpantau masih berlangsung hingga Selasa, 30 Juni 2026.
Distribusi Air Bersih di Tiga Wilayah Terdampak
Di Kabupaten Banyumas, BPBD setempat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter. Bantuan itu ditujukan bagi masyarakat di Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap kondisi kekeringan yang mulai meluas.
Sementara itu, penanganan di Kabupaten Boyolali dilakukan dengan pengiriman 10.000 liter air bersih. Volume tersebut dialokasikan untuk dua desa, yaitu Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran di Kecamatan Selo. Totalnya, bantuan ini menyuplai kebutuhan 42 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
"Upaya penanganan darurat kekeringan akibat dampak musim kemarau terpantau masih terus dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Banyumas, Boyolali, dan Klaten," ujar Abdul dalam keterangannya.
Klaten Terima Pasokan Paling Masif
Laporan paling masif datang dari Kabupaten Klaten. BPBD setempat menyuplai 60.000 liter air bersih per hari, setara dengan 12 tangki mobil air. Pasokan ini diperuntukkan bagi 301 KK di Desa Sidorejo.
Secara kumulatif, total bantuan air bersih yang telah disalurkan di Klaten mencapai 169 tangki. Jumlah itu setara dengan 845.000 liter. Manfaatnya dirasakan oleh 2.970 KK yang tersebar di empat desa rawan.
Adapun sebaran wilayah yang mendapat pasokan air di Klaten meliputi Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo. Petugas lapangan terus memantau kondisi di titik-titik tersebut secara berkala.
Imbauan BNPB untuk Kesiapsiagaan
Menyikapi perkembangan ini, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Penggunaan air secara bijak menjadi salah satu poin utama yang ditekankan. Selain itu, aktivitas pembakaran lahan juga diminta untuk dihindari selama musim kemarau.
"Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan, kesiapan sumber daya, serta memastikan ketersediaan logistik air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan," tutur Abdul.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polres OKU Selatan Bedah 11 Rumah Korban Longsor dan Banjir di Hari Bhayangkara ke-80
Willy Aditya Luncurkan Komik Pancasila untuk Pemula, Ubah Hafalan Jadi Pemahaman Visual
IHSG Dibuka Anjlok 2,31 Persen ke 5.686 di Tengah Aksi Jual Asing, Kontras dengan Penguatan Bursa Global
GAIKINDO Apresiasi Kebijakan Pemerintah yang Jaga Daya Saing Industri Otomotif Nasional