PARADAPOS.COM - Pelatih Timnas Pantai Gading, Emerse Fae, menerima kekalahan timnya dari Norwegia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan lapang dada. Bertanding di Stadion AT&T, Arlington, pada Selasa, 30 Juni 2026 waktu setempat, Pantai Gading harus pulang lebih awal setelah takluk dengan skor tipis 1-2. Dua gol Norwegia dicetak oleh Antonio Nusa dan Erling Haaland, sementara satu-satunya gol balasan Pantai Gading lahir dari aksi Amad Diallo. Fae secara blak-blakan menyebut hilangnya konsentrasi di menit-menit akhir dan ketidakmampuan memaksimalkan peluang sebagai biang keladi kekalahan tersebut.
Fokus yang Hilang di Detik-Detik Penutup
Dalam laga yang berlangsung sengit, Pantai Gading sempat menunjukkan perlawanan sengit. Mereka bahkan berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal lebih dulu. Namun, kegagalan mempertahankan konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi menjadi petaka. Situasi ini langsung disorot oleh Emerse Fae dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Begitulah sepak bola. Saat mendapat peluang, Anda harus mencetak gol. Kami sudah berhasil melakukan hal yang sulit dengan menyamakan kedudukan. Sayangnya, kami kebobolan di akhir pertandingan. Sungguh disayangkan," ungkap Emerse Fae, Rabu, 1 Juli 2026.
Apresiasi untuk Perjuangan Anak Asuh
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, pelatih berusia 42 tahun itu enggan menutup mata dari kerja keras para pemainnya. Ia menilai skuad asuhannya sudah berjuang habis-habisan hingga menit terakhir. Di sisi lain, ia juga memberikan pujian kepada kubu lawan. Menurutnya, Norwegia yang ditangani Stale Solbakken tampil penuh semangat dan disiplin tinggi sepanjang pertandingan.
"Ini adalah Piala Dunia pertama bagi semua orang. Saya rasa para pemain telah banyak belajar. Kini, kami akan berupaya untuk kembali lebih kuat menghadapi tantangan berikutnya," pungkas Fae.
Pengalaman Berharga di Panggung Terbesar
Kepulangan Pantai Gading membuat mereka menyusul Tunisia sebagai negara Afrika yang harus angkat koper dari turnamen. Namun, di balik kekecewaan yang menyelimuti, Fae menekankan aspek pembelajaran. Sebagian besar skuadnya baru pertama kali merasakan atmosfer Piala Dunia. Ia optimistis pengalaman ini akan menjadi modal berharga untuk masa depan, terutama dalam menghadapi kualifikasi dan turnamen-turnamen besar selanjutnya.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Papua Perkuat Produksi Pangan Lokal untuk Tekan Ketergantungan Pasokan Luar Daerah
Ahli Forensik Rismon Diliputi Ketakutan Jelang Vonis Kasus Pencemaran Nama Baik Roy Suryo dan Dokter Tifa
Tarif Listrik dan Gas Kota Singapura Naik per Kuartal III 2026, Dipicu Lonjakan Harga Gas Akibat Konflik Timur Tengah