Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 2.295 Orang, Lebih dari 12.000 Warga Mengungsi

- Kamis, 02 Juli 2026 | 03:50 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 2.295 Orang, Lebih dari 12.000 Warga Mengungsi
PARADAPOS.COM - Caracas, Venezuela, melaporkan jumlah korban jiwa akibat dua gempa besar yang mengguncang pesisir utara negara itu pada 24 Juni terus meningkat. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan bahwa korban meninggal telah mencapai 2.295 orang, sementara 11.267 lainnya luka-luka dan 12.841 warga terpaksa mengungsi. Pengumuman ini disampaikan dalam pengarahan nasional yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Venezolana de Television pada Rabu, 1 Juli 2026.

Operasi Penyelamatan dan Evakuasi

Sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda, lebih dari 4.000 personel tanggap darurat telah dikerahkan di wilayah terdampak. Rodriguez menjelaskan bahwa tim penyelamat berhasil mengevakuasi 6.461 korban selamat dari reruntuhan bangunan. "Harapan tetap ada," kata Rodriguez dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa ribuan personel penyelamat dari lebih dari 30 negara masih terus melakukan operasi pencarian. Namun, peluang menemukan korban selamat semakin menurun seiring berjalannya waktu. Di lapangan, suasana duka dan harap-harap cemas masih menyelimuti lokasi-lokasi reruntuhan.

Gempa Susulan dan Imbauan Kewaspadaan

Rodriguez melaporkan sedikitnya 782 gempa susulan telah tercatat sejak dua gempa utama mengguncang wilayah utara Venezuela. Meski frekuensi dan intensitas gempa susulan mulai menurun dalam 48 jam terakhir, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bangunan yang mengalami kerusakan. "Ancamannya tampaknya mulai berkurang, tetapi belum sepenuhnya hilang," ujar Rodriguez seraya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap bangunan beton yang mengalami kerusakan. Tim penyelamat juga terus melakukan pemeriksaan struktur bangunan guna mencegah terjadinya keruntuhan susulan. Di beberapa titik, warga terlihat masih enggan kembali ke rumah mereka yang retak-retak.

Dampak dan Respons Internasional

Berdasarkan penilaian awal menggunakan citra satelit, National Aeronautics and Space Administration (NASA) memperkirakan lebih dari 58.000 bangunan mengalami kerusakan atau hancur akibat gempa. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan tengah mengadakan 10.000 kantong jenazah. Langkah ini menandai bergesernya fokus operasi dari pencarian korban selamat menuju evakuasi jenazah. Operasi pencarian masih terus berlangsung, namun harapan keluarga untuk menemukan kerabat yang masih hilang dalam keadaan selamat semakin menipis seiring berlalunya waktu. Di pusat-pusat pengungsian, warga mulai berdamai dengan kenyataan pahit sambil menunggu kabar dari tim penyelamat.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar