PARADAPOS.COM - Tiga orang dilaporkan tewas akibat berdesak-desakan dalam euforia suporter Timnas Meksiko di pusat Kota Meksiko, Selasa malam waktu setempat. Ribuan orang yang tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan kemenangan 2-0 atas Ekuador justru berujung petaka setelah kepadatan ekstrem terjadi di kawasan Monumen Angel of Independence. Kemenangan ini sekaligus memecahkan kutukan empat dekade dan memastikan langkah Meksiko ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Euforia yang Berubah Menjadi Petaka
Suasana di pusat Kota Meksiko awalnya dipenuhi kegembiraan yang meluap-luap. Ribuan suporter memadati jalanan, bernyanyi, dan melambai-lambaikan bendera setelah gol dari Julian Quinones dan Raul Jimenez memastikan kemenangan bersejarah. Bagi banyak orang, ini adalah momen yang telah dinanti sejak tahun 1986—sebuah penantian panjang yang akhirnya terbayar lunas.
Namun, pesta rakyat itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Di sekitar Monumen Angel of Independence, titik yang biasanya menjadi pusat perayaan, massa mulai berdesakan tak terkendali. Kepadatan yang ekstrem membuat banyak orang sulit bernapas, dan situasi dengan cepat berubah kacau.
Korban Berusia Muda hingga Dewasa
Otoritas kesehatan setempat kemudian mengonfirmasi bahwa tiga orang tewas akibat asfiksia, atau kehabisan napas, dalam insiden tersebut.
"Korban merupakan dua wanita dan satu pria berusia belasan hingga empat puluh tahun," jelas pihak berwenang dalam keterangan resmi.
Ketiganya diduga menjadi korban dari tekanan massa yang terlalu padat, di mana ruang gerak dan pasokan udara sangat terbatas. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit di tengah euforia yang seharusnya menjadi momen kebanggaan nasional.
Kemenangan yang Dirayakan dengan Duka
Di satu sisi, kemenangan Meksiko atas Ekuador dengan skor telak 2-0 adalah sebuah pencapaian monumental. Timnas berhasil memutus rantai kegagalan yang membentang selama hampir 40 tahun, sejak terakhir kali mereka melaju ke babak 16 besar pada Piala Dunia 1986. Gol-gol indah dari Quinones dan Jimenez menjadi penanda kebangkitan sepak bola Meksiko di panggung dunia.
Namun, di sisi lain, duka menyelimuti perayaan tersebut. Jalanan yang seharusnya menjadi panggung kegembiraan justru menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan. Lautan manusia yang semula bersatu dalam sorak-sorai, pada akhirnya harus berpisah dalam keheningan.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Investigasi UBK Ungkap Oknum Polisi Tawari Mahasiswa Rp50 Juta untuk Alihkan Lokasi Demo dari Istana
Pramono Anung Targetkan Rusun Solusi Hunian bagi Pengantin Baru di Jakarta
Changan Pilih Teknologi REEV, Beda Strategi dari Chery dan BYD di Pasar Mobil Listrik
Polda Metro Selidiki Video Viral Motor Patwal RI 21 yang Memepet Mobil Warga di Senayan