Investigasi UBK Ungkap Oknum Polisi Tawari Mahasiswa Rp50 Juta untuk Alihkan Lokasi Demo dari Istana

- Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB
Investigasi UBK Ungkap Oknum Polisi Tawari Mahasiswa Rp50 Juta untuk Alihkan Lokasi Demo dari Istana

PARADAPOS.COM - Universitas Bung Karno (UBK) merilis hasil investigasi internal yang mengungkap dugaan kuat adanya upaya suap terhadap mantan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin. Abdi diduga ditawari uang sebesar Rp50 juta oleh oknum kepolisian agar memindahkan lokasi demonstrasi mahasiswa dari Istana Merdeka ke Gedung DPR RI pada pertengahan Juni lalu. Nama Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Prasetyo Purbo Nurcahyo, ikut disebut dalam laporan tersebut. Temuan ini menjadi sorotan karena melibatkan aparat penegak hukum dalam upaya memengaruhi jalannya aksi unjuk rasa mahasiswa.

Ketua Tim Investigasi UBK, Eko Suryo S, membeberkan kronologi awal kejadian. Menurutnya, Abdi dihubungi oleh aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat sehari sebelum aksi digelar. "Memang Abdi tanggal 14 Juni (2026) siang itu dihubungi oleh aparat kepolisian dari Jakarta Pusat, Polres. Namanya itu menurut Abdi adalah Pak Prasetyo, itu Kasat Intel," ujar Eko.

Dari Tawaran Rp70 Juta hingga Rayuan Senior

Berdasarkan penuturan tim investigasi, Abdi awalnya menolak tawaran Rp50 juta tersebut. Namun, pada hari yang sama, oknum polisi lain berinisial E diduga kembali mendekati Abdi di kawasan Jalan Surabaya. Kali ini, iming-iming yang diberikan lebih besar, yakni Rp70 juta. Lagi-lagi, tawaran itu ditolak mentah-mentah.

"Nah untuk itu disiapkan anggarannya lah Rp 50 juta. Itu Abdi juga tidak menerima itu, menolak," ungkap Eko.

Peta situasi berubah drastis di hari pelaksanaan aksi. Abdi kembali diajak bertemu, dan kali ini pertemuan tersebut melibatkan dua alumni UBK yang merupakan seniornya di organisasi eksternal kampus. Dengan pendekatan personal dan tekanan dari senior, taktik ini akhirnya membuahkan hasil. Lokasi demo disepakati untuk digeser, dengan nominal kompensasi yang turun drastis menjadi Rp20 juta.

Cair Setelah Demo Selesai

Meski kesepakatan telah dicapai sejak pagi, pelaksanaannya tidak berjalan mulus. Massa aksi mahasiswa UBK tetap bertahan di area Jalan Medan Merdeka Selatan dan urung bergeser ke Gedung DPR RI. Namun, aliran dana dari pihak aparat tetap mengalir. Dana sebesar Rp20 juta itu dilaporkan baru berpindah tangan ke kantong Abdi pada Senin malam di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, setelah seluruh rangkaian aksi mahasiswa bubar. Tim investigasi internal UBK memastikan bahwa uang tersebut awalnya dipegang oleh pihak senior sebelum akhirnya diserahkan langsung kepada Abdi.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags