PARADAPOS.COM - Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran yang meninggal akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada publik di Teheran. Kemunculan jenazah tersebut disambut tangisan dan pekikan slogan keagamaan dari ribuan pelayat yang memadati area Grand Mosalla, atau yang dikenal sebagai Masjid Agung Imam Khomeini, pada Kamis (2/7/2026) waktu setempat. Peristiwa ini menjadi momen duka nasional yang menandai fase awal dari rangkaian seremoni pemakaman kenegaraan.
Momen Pertama di Depan Publik
Sejumlah foto yang beredar dari kantor berita Iran, sebagaimana dilaporkan oleh AFP dan The National News pada Jumat (3/7/2026), memperlihatkan peti jenazah berbalut bendera Iran diusung memasuki kompleks Grand Mosalla. Di lokasi itulah seremoni pra-pemakaman digelar. Para pelayat yang hadir tampak mengenakan pakaian serba hitam, berdesakan di sekitar peti yang diletakkan di atas panggung dengan latar belakang rangkaian bunga merah dan hiasan kupu-kupu putih yang menjuntai di udara.
Suasana haru dan histeris mewarnai acara tersebut. Foto-foto lainnya mengabadikan wajah-wajah para pelayat yang menangis tersedu-sedu sambil meneriakkan yel-yel religius. Bagi banyak orang yang hadir, ini adalah kali pertama mereka dapat melihat langsung jenazah pemimpin yang telah memimpin Iran selama beberapa dekade.
Acara Khusus untuk Keluarga Pilihan
Menurut laporan The National News, kemunculan peti jenazah di depan umum terjadi sehari sebelum pemakaman utama. Peti tersebut ditempatkan di samping husseiniyeh, sebuah aula serbaguna di dalam kompleks Grand Mosalla. Kantor berita IRNA melaporkan bahwa acara pra-pemakaman ini secara khusus diadakan untuk keluarga anggota angkatan bersenjata dan staf kantor Pemimpin Tertinggi Iran.
Iman Attarzadeh, juru bicara panitia seremoni pemakaman Khamenei, menjelaskan bahwa kesempatan ini diberikan kepada keluarga-keluarga terpilih dari mereka yang gugur dalam konflik untuk memberikan penghormatan terakhir.
“Acara tersebut menjadi kesempatan pertama bagi keluarga-keluarga terpilih dari mereka yang gugur dalam konflik untuk memberikan penghormatan terakhir,” ujarnya.
Para pelayat yang hadir dalam sesi tertutup itu, menurut foto-foto yang dirilis, terlihat menangis dan meneriakkan slogan keagamaan saat peti jenazah Khamenei dibawa masuk ke lokasi acara. Suasana duka yang mendalam terasa begitu kuat, menciptakan momen yang emosional bagi semua yang hadir di sana.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Bawa Bupati Langkat ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan Usai OTT
Dinkes Tangerang Siagakan Delapan Puskesmas dan Bagikan 10 Ribu Masker Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin
KPK Tangkap Bupati Langkat dan Enam Orang Lain dalam OTT, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Bareskrim Turun Langsung Buru Bandar Narkoba di Katingan Usai Anggota Polisi Tewas Dikeroyok Warga