PARADAPOS.COM - TANGERANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bergerak cepat menambah delapan puskesmas siaga dan menerjunkan lima tim medis untuk mengantisipasi dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. Hingga Kamis kemarin, sebanyak 10 ribu masker telah dibagikan kepada warga yang terdampak kepulan asap pekat dari lokasi kebakaran. Langkah ini diambil setelah sejumlah warga, termasuk anak-anak, mulai mengeluhkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.
Tambahan Fasilitas Kesehatan dan Pembagian Masker
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengonfirmasi bahwa delapan puskesmas tambahan telah disiagakan. Puskesmas tersebut meliputi Sukatani, Sepatan, Kronjo, Kotabumi, Sindang Jaya, Cikupa, Pakuhaji, dan Puskesmas Kedaung Barat.
“Ada tambahan delapan puskesmas. Puskesmas Sukatani, Sepatan, Kronjo, Kotabumi, Sindang Jaya, Cikupa, Pakuhaji, dan Puskesmas Kedaung Barat. Ada lima tim yang disebar. Hingga kemarin kami telah membagikan 10 ribu masker ke warga,” jelas Hendra Tarmizi pada Jumat, 3 Juli 2026.
Pembagian masker difokuskan di permukiman yang berada dalam radius terdekat dengan TPA. Petugas juga terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat untuk memastikan distribusi berjalan merata, terutama bagi lansia dan balita yang lebih rentan terhadap polusi udara.
Keluhan Warga: Sesak Napas dan Batuk
Di lapangan, kepulan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin terbukti mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan warga. Miki, seorang warga Perumahan Griya Artha yang lokasinya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari TPA, menceritakan kondisi yang dialami keluarganya.
“Batuk ringan, muntah karena asap itu,” ucap Miki.
Ia menambahkan bahwa kepulan asap pekat yang terbawa arah angin membuat seluruh kompleks perumahannya tertutup kabut asap. Kondisi ini semakin terasa berat saat malam hari ketika angin bertiup lebih kencang.
“Napas itu terasa sesak. Tenggorokan berasa sakit, itu saya yang sudah dewasa, gimana anak-anak coba,” kata Miki.
Upaya Pemadaman dari Udara dan Darat
Pantauan di lokasi menunjukkan api masih menyala di sejumlah titik. Kepulan asap tebal terus membumbung tinggi ke udara dan kerap bergerak mengikuti arah embusan angin, menyelimuti area permukiman di sekitarnya. Proses pemadaman dilakukan secara terpadu melalui dua jalur, yaitu udara dan darat.
Dua unit helikopter water bombing milik BNPB diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang berada di puncak gunungan sampah dan sulit dijangkau dari permukaan tanah. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan dari jalur darat.
Selain penyemprotan, alat berat jenis excavator juga dikerahkan. Fungsinya bukan hanya untuk memadamkan, tetapi untuk mengurai tumpukan sampah yang telah dibasahi. Langkah ini bertujuan membuka akses menuju titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah sekaligus mencegah api kembali menyala dari bara yang masih tersembunyi.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Masuki Tahap Diskusi Persiapan Aksesi ke CPTPP, Inggris Teken Kemitraan Ekonomi
Menteri Kehutanan Raja Juli Akui Audiensi dengan Bupati Kuansing, Bantah Terima Amplop
KPK Bawa Bupati Langkat ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan Usai OTT
Jenazah Ayatollah Ali Khamenei untuk Pertama Kalinya Diperlihatkan ke Publik di Teheran