Kemenkes Kirim Bantuan Medis dan Dirikan Rumah Sakit Lapangan untuk Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

- Minggu, 05 Juli 2026 | 06:50 WIB
Kemenkes Kirim Bantuan Medis dan Dirikan Rumah Sakit Lapangan untuk Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
PARADAPOS.COM - Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan telah mengirimkan bantuan logistik dan mengaktifkan layanan medis darurat bagi warga terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil untuk menekan risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat yang terus meluas ke pemukiman sekitar. Bantuan mencakup alat medis, masker, serta dua unit tenda rumah sakit lapangan yang disiagakan di titik-titik strategis.

Fokus pada Gangguan Pernapasan Akibat Asap

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 5 Juli 2026, menegaskan bahwa prioritas utama adalah memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang terpapar langsung. “Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran,” ujar Agus. Ia menambahkan, tim medis telah diterjunkan ke lokasi sejak hari pertama kebakaran. Di lapangan, petugas menemukan bahwa asap tebal tidak hanya menyulitkan pernapasan, tetapi juga menghalangi jarak pandang warga yang hendak mengungsi.

Rincian Bantuan Medis yang Disalurkan

Agus memaparkan, bantuan yang dikirimkan meliputi 15 unit oksigen konsentrator, 6 unit oksimeter, 3 unit air purifier, 11.500 lembar masker bedah, dan 5.000 pasang sarung tangan medis. Kemenkes juga mendirikan dua unit tenda rumah sakit lapangan berukuran besar yang dilengkapi 10 unit veltbed sebagai pusat penanganan darurat. Tenda-tenda ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertolongan pertama, tetapi juga menjadi posko rujukan sementara bagi warga yang kesulitan mencapai rumah sakit terdekat. Di area sekitar TPA, petugas terlihat sibuk mengatur alur pasien yang mayoritas mengeluhkan sesak napas dan iritasi mata.

Penempatan Posko di Titik Krusial

Penempatan posko kesehatan lapangan dipusatkan di titik-titik yang jauh dari akses rumah sakit, namun memiliki konsentrasi kepulan asap paling tebal. Kemenkes berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk membagi klaster pelayanan secara taktis di beberapa wilayah kerja puskesmas. “Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan di lokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,” jelas Agus. Langkah ini diambil agar respons medis tetap cepat meskipun api belum sepenuhnya padam. Di lapangan, petugas kesehatan terlihat bergantian berjaga, sementara warga antre untuk mendapatkan masker dan pemeriksaan dasar.

Siaga 24 Jam Antisipasi Lonjakan Pasien ISPA

Hingga saat ini, posko medis di sekitar area TPA Jatiwaringin telah diinstruksikan bersiaga penuh selama 24 jam nonstop. Sinergi antara Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, dan Puskesmas Sukadiri terus diperketat guna mengantisipasi lonjakan pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Petugas di lapangan melaporkan bahwa jumlah warga yang datang ke posko meningkat menjelang malam hari, saat asap cenderung turun dan lebih sulit dihindari. Beberapa di antaranya adalah lansia dan balita yang membutuhkan oksigen tambahan. Dengan peralatan yang ada, tim medis berupaya menstabilkan kondisi pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar