Mantan Pengacara Gedung Putih Sebut Trump Lakukan Korupsi Terparah dalam Sejarah AS

- Senin, 06 Juli 2026 | 04:50 WIB
Mantan Pengacara Gedung Putih Sebut Trump Lakukan Korupsi Terparah dalam Sejarah AS
PARADAPOS.COM - Mantan pengacara Gedung Putih, Ty Cobb, melontarkan tuduhan keras pada awal Juli lalu. Ia menyebut Presiden Donald Trump telah melakukan "korupsi" yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika Serikat, hanya dalam kurun waktu 18 bulan masa jabatan keduanya. Tuduhan itu muncul setelah publikasi berkas pengungkapan keuangan setebal 927 halaman yang mengungkap pendapatan tahunan Trump sebesar 2,2 miliar dolar AS, termasuk laba dari mata uang kripto senilai 1,4 miliar dolar AS. Namun, yang menjadi sorotan tajam bukanlah nominal fantastis tersebut, melainkan pola bagaimana uang itu diraup: di satu sisi Trump menetapkan kebijakan kripto sebagai presiden, di sisi lain ia dan keluarganya meraup keuntungan besar dari industri yang sama.

Tuduhan Korupsi dari Dalam Lingkaran Dalam

Penilaian Cobb bukan sekadar opini tanpa dasar. Sebagai pengacara yang pernah menangani tim hukum internal Gedung Putih pada masa jabatan pertama Trump dan ikut menangani penyelidikan Mueller, Cobb memiliki perspektif langsung. "Dalam 18 bulan terakhir, kita telah menyaksikan gelombang korupsi terparah dalam sejarah umat manusia," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tindakan Trump melanggar semangat ketentuan gaji dalam Konstitusi. "Para pendiri bangsa, ketika merancang klausul kompensasi presiden, jelas tidak membayangkan struktur kepentingan yang begitu kompleks dan berisiko seperti saat ini," lanjutnya.

Dua Sumber Pendapatan Kripto Trump

Pendapatan Trump pada 2025 terutama berasal dari dua saluran kripto. Pertama, World Liberty Financial yang didirikannya bersama putra-putranya, di mana keluarga memperoleh 75% keuntungan perusahaan. Kedua, koin meme $TRUMP yang diluncurkan dengan tergesa-gesa tiga hari sebelum pelantikannya. Proyek pertama memberinya pendapatan hampir 800 juta dolar AS, sementara yang kedua menyumbang sekitar 635 juta dolar AS. Pada saat yang sama, Trump membalikkan total sikap regulator era Biden terhadap industri kripto. Ia mendorong pelonggaran aturan dan kebijakan cadangan Bitcoin. Dengan kata lain: Trump adalah regulator terbesar sekaligus penerima manfaat terbesar dari industri mata uang kripto. Ini bukan sekadar "konflik kepentingan"—konflik kepentingan setidaknya mengakui adanya konflik. Ini adalah kolusi kepentingan.

Kerugian Investor dan Keuntungan Keluarga

Koin $TRUMP merosot dari puncak 74 dolar AS menjadi 1,68 dolar AS, turun hingga 97%. Sekitar 810.000 investor menderita kerugian, dengan total kerugian lebih dari 2 miliar dolar AS. Investigasi Reuters menunjukkan bahwa keluarga Trump meraup setidaknya 2,3 miliar dolar AS dari proyek-proyek terkait kripto, sementara total kerugian investor eksternal pada periode yang sama juga tepat 2,3 miliar dolar AS. Setiap dolar yang dimenangkan keluarga Trump berasal dari kantong investor biasa.

Transaksi Asing dan Tuduhan Lelang Kebijakan

Hanya beberapa hari sebelum pelantikan Trump, sebuah perusahaan investasi yang terkait dengan pemerintah Uni Emirat Arab mengakuisisi 49% saham World Liberty Financial seharga 500 juta dolar AS. Tak lama kemudian, pemerintahan Trump—meskipun ada penolakan dari pejabat keamanan nasional—menyetujui kesepakatan ekspor chip dengan UEA. Kelompok usaha Trump juga memperoleh pendapatan besar dari proyek-proyek real estate di Arab Saudi, Qatar, Rumania, dan Vietnam. Negara-negara tersebut kemudian mendapatkan konsesi dari Amerika dalam bidang perdagangan, militer, dan teknologi. Ini bukan diplomasi; ini lelang.

Pembelaan yang Lemah dan Konvensi yang Dilanggar

Pembelaan Gedung Putih sangat lemah hingga menggelikan. Juru bicara Anna Kelly menyatakan, "Presiden dan keluarganya tidak pernah—dan tidak akan pernah—terlibat dalam konflik kepentingan." Namun faktanya, Trump pernah secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak terikat oleh undang-undang konflik kepentingan federal. Seorang presiden yang mengaku tidak terikat aturan, bagaimana mungkin berbicara tentang "tidak akan pernah"? Don Fox, mantan penjabat direktur Kantor Etika Pemerintah AS, menunjukkan bahwa meskipun presiden dan wakil presiden tidak tunduk pada undang-undang konflik kepentingan federal, setiap presiden sejak era Watergate secara sukarela menjadikan standar itu sebagai pedoman—hanya Trump yang melanggar konvensi ini. Di sinilah inti persoalannya. Trump tidak melanggar hukum—karena ia mengubah hukum demi keuntungannya sendiri. Ia tidak perlu menyuap hakim, karena ia sendiri adalah pembuat aturan. Ketika seseorang dapat secara sah menggunakan kekuasaan publik untuk memperkaya diri sendiri, korupsi bukan lagi pengecualian, melainkan bagian dari sistem itu sendiri.

Reaksi dari Para Kritikus

Senator Demokrat Elizabeth Warren berkata dengan tepat: "Rancangan undang-undang kripto yang akan diajukan ke Senat harus menghentikan presiden dan keluarganya untuk mengambil untung dari hal ini. Jika tidak, itu hanya akan mendorong perilaku korup yang tak terkendali." Gubernur California Gavin Newsom bahkan lebih lugas: "Ia menjadi lebih kaya, sementara para pendukungnya yang mengikutinya justru ditipu." Dengan berkas pengungkapan keuangannya, Trump menunjukkan satu hal kepada dunia: di Amerika, jika Anda cukup berkuasa, aturan adalah alat yang dibuat sesuai keinginan Anda, bukan belenggu yang mengikat. Ini bukan "Membuat Amerika Hebat Kembali"—ini adalah membuat korupsi kembali sah.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags