Disdikpora Cianjur Relokasi Dua SD di Zona Rawan Longsor dan Pergerakan Tanah

- Senin, 06 Juli 2026 | 10:50 WIB
Disdikpora Cianjur Relokasi Dua SD di Zona Rawan Longsor dan Pergerakan Tanah
PARADAPOS.COM - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memutuskan untuk merelokasi dua Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Campaka dan Takokak. Langkah ini diambil karena kedua sekolah tersebut berada di zona rawan bencana longsor dan pergeseran tanah yang terus meluas. Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi bangunan sekolah di titik-titik rawan bencana alam, termasuk di Kecamatan Kadupandak. Proses relokasi akan segera dijalankan setelah seluruh data dan verifikasi rampung, demi menjamin keselamatan jangka panjang para peserta didik.

Ancaman Longsor dan Pergeseran Tanah di Wilayah Selatan

Wilayah selatan Cianjur memang dikenal rawan bencana pergerakan tanah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Ruhli Solehudin menjelaskan, sebagian besar sekolah yang terdampak berada di area yang kerap dilanda longsor dan pergeseran tanah. "Sebagian besar sekolah yang direlokasi terletak di wilayah rawan bencana terutama pergeseran tanah dan longsor yang kerap melanda wilayah selatan Cianjur, sehingga kegiatan belajar mengajar siswa didik terancam," ujarnya.

15 Satuan Pendidikan di Zona Merah

Hasil verifikasi sementara menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar 15 satuan pendidikan tercatat berada di zona merah rawan bencana. Kondisi ini dinilai tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Sekolah-sekolah itu akan segera dipindahkan, terutama yang berada di tiga kecamatan: Campaka, Kadupandak, dan Takokak. Dua SD yang menjadi prioritas relokasi tahun ini adalah SDN Karya Mukti di Kecamatan Campaka. Sekolah ini sudah dua kali mendapat bantuan rehabilitasi, namun pergeseran tanah yang terus meluas membuat bangunannya kembali rusak dan terancam ambruk. Satu SD lainnya berada di Kecamatan Takokak, wilayah yang menjadi langganan pergeseran tanah. Sekolah tersebut akan dipindahkan ke tempat yang dinilai aman dan jauh dari ancaman bencana. "Kami berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Cianjur guna melakukan relokasi sejumlah sekolah yang saat ini masih dalam pendataan jumlah totalnya karena berada di wilayah rawan bencana terutama di wilayah selatan," ungkap Ruhli.

Koordinasi dan Pemanfaatan Aset Daerah

Proses relokasi tidak berhenti pada pendataan saja. Disdikpora terus berkoordinasi dengan Koordinator Pendidikan (Kordik) di setiap kecamatan, serta aparat kecamatan dan desa. Tujuannya adalah bermusyawarah untuk memindahkan lokasi sekolah secara utuh ke tempat yang aman dari pergeseran tanah. Dalam penetapan lahan relokasi, pihaknya berkolaborasi dengan jajaran pemerintah daerah dan desa. Mereka berencana memanfaatkan aset tanah milik Pemda atau tanah kas desa. Langkah ini diambil semata-mata demi kepentingan dunia pendidikan, agar proses belajar mengajar tidak terhambat.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar