PARADAPOS.COM - Sebanyak 20 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Solo tercatat hanya menerima kurang dari sepuluh siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kondisi ini terungkap setelah masa pendaftaran resmi ditutup. Wali Kota Solo, Respati Ardi, merespons situasi tersebut dengan rencana monitoring dan evaluasi langsung terhadap kepala sekolah yang dinilai kurang mampu menarik minat masyarakat.
Evaluasi Kepala Sekolah Jadi Prioritas
Respati Ardi menegaskan bahwa pihaknya akan meninjau langsung kinerja kepala sekolah di masing-masing SDN yang kekurangan peminat. Ia menyoroti kesenjangan antara sekolah yang ramai pendaftar dan yang sepi, meskipun alokasi anggaran yang diterima setiap sekolah relatif sama.
"Kepala sekolah akan kami monitoring dan evaluasi secara langsung. Kepala sekolah yang tidak bisa menambah jumlah murid di sekolah negerinya akan kita evaluasi. Karena anggarannya sama, tetapi kenapa ada sekolah yang diminati dan ada yang tidak. Berarti memang kepala sekolah yang harus saya review," ungkap Respati di Solo, Senin, 6 Juni 2026.
Transformasi Pendidikan Melalui Pelatihan Kepala Sekolah
Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah menggelar Training of Trainer (ToT) bagi seluruh kepala sekolah di lingkungan SDN. Program ini, menurut Respati, merupakan bagian dari transformasi pendidikan negeri yang tengah disiapkan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, meskipun jumlah siswa minim, pihaknya tetap menjamin kelangsungan proses belajar mengajar. "Yang terpenting transformasi pendidikan negeri. Kita akan menggelar ToT untuk kepala sekolah. (Untuk SDN kurang siswa) Kita tetap berjalan dan memfasilitasi keluarga yang sekolah. Kuncinya transformasi pendidikan negeri," imbuhnya.
Daftar 20 SDN dengan Jumlah Siswa Baru Minim
Berikut adalah rincian 20 SDN di Solo yang hanya menerima kurang dari sepuluh siswa baru pada SPMB 2026:
- SDN Tegalayu: 3 siswa
- SDN Jajar: 7 siswa
- SDN Kabangan: 8 siswa
- SDN Tunggulsari I: 9 siswa
- SDN Tegal Rejo – SDN Pajang 4 (regroup): 6 siswa
- SDN Pajang 2: 7 siswa
- SDN Kauman: 6 siswa
- SDN Kusumadilagan: 2 siswa
- SDN Gading – SDN Carangan (regroup): 9 siswa
- SDN Sawahan 2: 2 siswa
- SDN Kepatihan: 9 siswa
- SDN Bororejo: 4 siswa
- SDN Kalangan: 6 siswa
- SDN Munggung 2: 7 siswa
- SDN Cinderejo: 8 siswa
- SDN Sumber 1: 7 siswa
- SDN Sumber 3: 8 siswa
- SDN Sumber 6: 7 siswa
- SDN Banyuanyar 2 – SDN Sumber 5 (regroup): 8 siswa
- SDN Praon: 4 siswa
Beberapa sekolah di antaranya merupakan hasil penggabungan (regroup) dari dua institusi, namun tetap belum mampu menarik jumlah pendaftar yang signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah kota dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan dasar di Solo.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Langit Juli 2026 Sajikan Hujan Meteor, Pertemuan Planet, dan Puncak Galaksi Bima Sakti
Qatar Airways Buka Rincian Gaji Pramugari: Hingga Rp27 Juta per Bulan Plus Tunjangan
Alyssa Daguise Tanggapi Komentar Soal Berat Badan dengan Santai: “Baru Selesai Bikin Manusia”
KI Jateng Sidak ke Solo, Konfirmasi Ijazah Jokowi Tak Ada di Arsip Daerah