Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Serangan di Selat Hormuz Berlanjut

- Kamis, 09 Juli 2026 | 06:50 WIB
Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat jika Serangan di Selat Hormuz Berlanjut
PARADAPOS.COM - Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, menyusul serangan udara AS yang menargetkan sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan negara itu. Trump memperingatkan bahwa jika Iran terus menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak dan gas global—maka AS akan melancarkan pengeboman yang jauh lebih parah. Ancaman ini disampaikan pada Rabu (8/7) waktu setempat, setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan terbaru sebagai respons atas tindakan Iran.

Ancaman Trump di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Trump secara langsung memperingatkan Iran melalui pernyataan di platform Truth Social. Dalam unggahannya, ia menyertakan gambar yang diklaim sebagai dokumentasi serangan AS terhadap sebuah lokasi di Iran. "Ini adalah balasan atas pengeboman kapal-kapal yang dilakukan Iran kemarin. Jika hal itu terjadi lagi, serangannya akan jauh lebih parah!" kata Trump dalam pernyataan tersebut, seperti dikutip dari laporan AFP, Kamis (9/7/2026).

Serangan Balasan dengan Rasio 20:1

Ancaman itu kembali ia tegaskan saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One, dalam perjalanan pulang dari KTT NATO di Ankara, Turki. Dengan nada tegas, Trump menjelaskan skala pembalasan yang telah dilakukan. "Kita baru saja menghantam mereka dengan sangat keras, dan saya mengatakan kita menghantam mereka dengan rasio 20 dibanding satu. Setiap kali mereka menyerang kita, kita akan membalas dengan 20 serangan. Dan kita telah melakukannya tadi malam," ujar Presiden AS tersebut.

Ledakan dan Pemadaman Listrik di Pesisir Selatan Iran

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan adanya rentetan ledakan di sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan negara itu. Menurut laporan kantor berita IRNA, suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish. Ledakan mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Sebagian wilayah di kota-kota tersebut dilaporkan mengalami pemadaman listrik. Situasi di lapangan masih tegang. Jalur pelayaran Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik rawan konflik, kembali menjadi pusat perhatian dunia menyusul eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar