Gangguan Teknis LRT Jabodebek di Cikunir Hambat Perjalanan, Penumpang Dievakuasi

- Kamis, 09 Juli 2026 | 07:00 WIB
Gangguan Teknis LRT Jabodebek di Cikunir Hambat Perjalanan, Penumpang Dievakuasi
PARADAPOS.COM - Gangguan teknis pada salah satu rangkaian LRT Jabodebek, Kamis (9/7/2026), memaksa penumpang turun di Stasiun Cikunir 1 dan menghambat perjalanan kereta lain di jalur tersebut. Insiden terjadi pada pukul 10.32 WIB di petak jalan antara Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikunir 2, melibatkan sarana SN68 (TS15) dengan relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Jatimulya. Manajemen LRT Jabodebek memastikan penyebabnya adalah kendala teknis, bukan masalah kelistrikan, dan operasional telah kembali normal setelah proses perbaikan selesai.

Permintaan Maaf dan Penanganan di Lapangan

Manajemen LRT Jabodebek langsung merespons insiden tersebut dengan prosedur penanganan darurat. Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan dan proses towing, yaitu mendorong rangkaian TS15 menggunakan kereta TS04 menuju Stasiun Cikunir 2. “PT Kereta Api Indonesia (Persero), menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas gangguan perjalanan yang terjadi pada layanan LRT Jabodebek, pada Kamis (9/7),” ujar Radhitya Mardika, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026). Penumpang yang terdampak kemudian diturunkan di Stasiun Cikunir 2 dan diarahkan untuk berganti kereta guna melanjutkan perjalanan.

Dampak pada Penumpang dan Operasional

Meskipun kejadian berlangsung di luar jam sibuk, dampaknya tetap terasa di sejumlah stasiun. Warganet melaporkan bahwa rangkaian LRT lainnya berhenti cukup lama, menyebabkan peron stasiun dipadati penumpang yang menunggu. “Ini LRT udah berenti lama banget 20 menit keknya mandeg di Halim. Naik dari Kuningan arak ke Bekasi. Suruh nunggu 30 menit lagi,” tulis akun @rifqian dalam unggahan di media sosial X, Kamis (9/7/2026). Suasana di beberapa titik stasiun terpantau cukup padat, meskipun petugas berupaya mengatur aliran penumpang. Setelah proses perbaikan rampung, operasional LRT Jabodebek kembali berjalan normal. Pihak manajemen menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan.

Peran LRT Jabodebek di Tengah Mobilitas Warga

Di tengah kepadatan KRL, LRT Jabodebek kini menjadi salah satu andalan bagi masyarakat dari kawasan Bekasi dan Harjamukti yang hendak menuju pusat Jakarta. Pilihan moda transportasi ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang semester I/2026, jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 16.018.911 orang. Angka ini meningkat 2.978.508 pengguna atau sekitar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 13.040.403 pengguna.

Pola Penggunaan Harian yang Meningkat

Peningkatan juga terlihat pada pola penggunaan harian. Rata-rata, LRT Jabodebek melayani 115.095 pengguna setiap hari kerja (weekday) pada semester I/2026. Angka ini naik sekitar 22% dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 94.553 pengguna per hari. Pada Juni 2026, Stasiun Dukuh Atas menjadi stasiun dengan volume pengguna tertinggi. Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Tingginya aktivitas di stasiun-stasiun tersebut mencerminkan peran strategis LRT Jabodebek dalam menghubungkan kawasan hunian di wilayah penyangga dengan pusat bisnis, perkantoran, serta layanan publik di ibu kota.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar