Komisi IX DPR Bahas Laporan Keuangan Badan Gizi Nasional 2025, Ketua BGN Absen karena Sakit

- Jumat, 17 Juli 2026 | 08:25 WIB
Komisi IX DPR Bahas Laporan Keuangan Badan Gizi Nasional 2025, Ketua BGN Absen karena Sakit
PARADAPOS.COM - Komisi IX DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat, 17 Juli 2026, di ruang rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta. Agenda utama pertemuan ini adalah pembahasan laporan keuangan BGN tahun anggaran 2025. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Putih Sari, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan BGN, meskipun Ketua BGN Nanik S Deyang berhalangan hadir karena alasan kesehatan.

Agenda Pembahasan Laporan Keuangan 2025

Suasana ruang rapat terlihat formal sejak menit-menit awal. Putih Sari membuka sesi dengan menyampaikan agenda yang telah dijadwalkan. “Komisi IX DPR hari ini mengadakan rapat bersama Badan Gizi Nasional, yaitu agendanya pembahasan laporan keuangan Badan Gizi Nasional tahun anggaran 2025,” ujarnya mengawali pertemuan.

Ketua BGN Berhalangan Hadir

Sebelum memasuki pokok bahasan, Putih menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari BGN tertanggal 16 Juli 2026. Surat tersebut berisi pemberitahuan mengenai ketidakhadiran Ketua BGN, Nanik S Deyang. Menurut penjelasan yang diterima, Nanik sedang dalam kondisi tidak sehat sehingga tidak bisa memimpin langsung jalannya rapat. “Sebelum Ibu Wakil Kepala sampaikan saya punya, karena memang ada surat dari BGN terkait dengan penunjukan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional untuk bisa mewakili Kepala Badan Gizi Nasional, surat sudah diterima Komisi IX per hari kemarin, jadi disampaikan bahwa Kepala Badan berhalangan hadir karena kondisi tidak sehat jadi hari ini diwakilkan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” jelas Putih. Sebagai gantinya, BGN mengutus Wakil Kepala, Agustina Arumsari, dan Trenggono untuk mewakili institusi tersebut dalam rapat dengar pendapat. Sepanjang jalannya sidang, kursi Nanik memang terlihat kosong. Kehadiran dua wakil kepala ini diharapkan mampu memberikan penjelasan yang komprehensif terkait laporan keuangan yang menjadi sorotan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar