Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Lebih dari 16.000 Luka-Luka

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:25 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.069 Jiwa, Lebih dari 16.000 Luka-Luka
PARADAPOS.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni lalu terus bertambah. Hingga Jumat pekan ini, angka korban jiwa tercatat mencapai 5.069 orang. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, melalui unggahan di platform media sosial X, menyampaikan bahwa sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka akibat dua gempa kuat yang melanda negara tersebut. Pemerintah setempat telah menyalurkan bantuan kepada 128.324 keluarga terdampak, mendirikan 106 kamp penampungan sementara untuk 21.235 warga yang kehilangan tempat tinggal, namun masih ada 17.907 orang yang belum memiliki hunian permanen.

Dampak Gempa Kembar yang Mematikan

Dua gempa bumi besar mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 disusul gempa kedua dengan magnitudo 7,5 yang terjadi dalam waktu berdekatan. Guncangan dahsyat itu menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah dan tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut. Data pemerintah menunjukkan sedikitnya 856 bangunan mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 190 bangunan dilaporkan runtuh total akibat kuatnya guncangan. Proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan masih terus dilakukan oleh pemerintah Venezuela, bersamaan dengan pendataan dampak kerusakan di berbagai wilayah terdampak.

Bantuan dan Penampungan

Jorge Rodriguez mengungkapkan pemerintah telah memberikan bantuan kepada 128.324 keluarga yang terdampak gempa. "Sebanyak 106 kamp penampungan sementara telah didirikan untuk menampung 21.235 warga yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya melalui unggahan di media sosial. Meski demikian, masih terdapat 17.907 orang yang hingga kini belum memiliki hunian permanen. Di lapangan, para petugas masih berjibaku dengan medan yang sulit untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Tim penyelamat terus bekerja mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun reruntuhan. Suasana di sejumlah kamp pengungsian tampak penuh sesak, dengan warga yang masih dalam kondisi traumatis akibat bencana yang datang bertubi-tubi.

Kerusakan Infrastruktur

Kerusakan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pemulihan. Jalan-jalan utama di beberapa kota mengalami retak dan ambles, sementara jaringan listrik dan komunikasi di sejumlah titik masih terputus. Pemerintah terus mengerahkan alat berat untuk membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Proses pendataan masih berlangsung, dan angka kerusakan diperkirakan akan terus bertambah seiring laporan yang masuk dari daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi. Tim medis dari berbagai daerah juga dikerahkan untuk menangani lonjakan jumlah korban luka yang mencapai belasan ribu orang.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar