PARADAPOS.COM - Anggota Komisi XII DPR RI memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) atas kontribusinya dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Papua. Apresiasi ini disampaikan dalam kunjungan kerja yang menyoroti berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan tambang tersebut. Keberadaan Freeport selama puluhan tahun dinilai telah memberikan manfaat nyata, baik bagi negara maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.
Apresiasi DPR atas Kinerja dan Kontribusi Freeport
Suasana rapat dengar pendapat berlangsung hangat saat anggota dewan menyampaikan pandangannya. "Kami ingin berterima kasih kepada Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan," kata Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut Alfons, Freeport harus terus menjadi aset nasional yang mampu menjaga keberlanjutan pembangunan di tanah Papua. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Jadi Sorotan Utama
Apresiasi serupa juga datang dari Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irsan Sosiawan Gading. Dalam kesempatan yang sama, ia menyoroti pentingnya peningkatan kinerja perusahaan yang harus diiringi dengan penguatan program pemberdayaan masyarakat.
"Saya mengapresiasi kinerja PT Freeport yang sudah berkontribusi untuk negara dan pendapatan negara. Yang juga sangat penting adalah perhatian kepada masyarakat di sekitar tambang agar manfaat kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan masyarakat lokal," ujar Irsan.
Proyeksi Kontribusi Fiskal yang Signifikan
PT Freeport Indonesia tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar penerimaan negara. Sumber penerimaan tersebut berasal dari pajak, dividen, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pada 2026, kontribusi perusahaan kepada negara diperkirakan mencapai sekitar USD2,6 miliar. Angka ini diproyeksikan melonjak menjadi sekitar USD4,7 miliar pada 2027.
Rinciannya, sekitar USD1,9 miliar berasal dari penerimaan pajak, USD1,9 miliar dari dividen kepada pemerintah melalui MIND ID, serta sekitar USD800 juta dari PNBP termasuk royalti. Ketika operasi tambang kembali normal, kontribusi perusahaan diproyeksikan menembus lebih dari USD7 miliar, atau setara dengan sekitar Rp120 triliun per tahun.
Investasi Sosial di Papua yang Konsisten
Di luar kontribusi fiskal, Freeport Indonesia secara konsisten menjalankan investasi sosial di Papua. Setiap tahun, perusahaan mengalokasikan sekitar USD100 juta untuk program pengembangan masyarakat. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan kapasitas masyarakat adat, hingga peningkatan kualitas layanan publik di sekitar wilayah operasional.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam memastikan bahwa kehadirannya benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat Papua.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PT BKI Buka Rekrutmen Pegawai Kontrak Juli 2026, Seluruh Proses Seleksi Gratis
Menhaj Dorong Tata Kelola Haji Papua yang Transparan dan Bebas Korupsi
Empat Kombes Polisi Naik Pangkat Jadi Brigjen, Isi Posisi Wakapolda Banten hingga Karoops Polda Aceh
IPB: Produksi CPO 53 Juta Ton Per Tahun, Sawit Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional