Jakarta - PARADAPOS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menilai respons pemerintah terhadap bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah berada di jalur yang tepat. Dalam kunjungannya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026), ia menyoroti salah satu langkah konkret yang dinilai paling krusial: kehadiran rumah sakit lapangan. Langkah ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa aparat dan instansi terkait tidak tinggal diam di tengah situasi darurat yang melanda warga NTT.
Saan mengamati langsung bagaimana fasilitas kesehatan darurat tersebut beroperasi. Ia menegaskan bahwa upaya ini menjadi jawaban atas keterbatasan layanan medis di daerah terdampak, terutama ketika rumah sakit permanen ikut mengalami kerusakan akibat guncangan.
Rumah Sakit Lapangan Jadi Andalan
"Jadi sekali lagi apa pemerintah sudah maksimal yang saya lihat, bahkan rumah sakit lapangan untuk menangani korban-korban yang membutuhkan perawatan medis karena rumah sakit," kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas darurat ini bukan sekadar pelengkap. Dalam situasi di mana gedung rumah sakit utama tidak dapat difungsikan secara optimal, kehadiran tenda-tenda medis dan peralatan pendukungnya menjadi penentu bagi keselamatan banyak orang. "Yang permanennya juga terdampak gempa tidak bisa melayani secara maksimal, pemerintah membuat apa rumah sakit lapangan dan ini tuh sudah bekerja secara maksimal juga," tambahnya.
Pemulihan Infrastruktur Terus Dikebut
Lebih jauh, Saan menyebutkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor kesehatan. Distribusi bantuan logistik bagi para pengungsi juga dinilai berjalan beriringan dengan upaya pemulihan infrastruktur vital. Ia mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan petugas di lapangan, mulai dari pembukaan akses jalan yang sempat terputus hingga upaya menyalakan kembali aliran listrik di sejumlah titik.
Menurut pengamatannya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terlihat cukup solid. Hal ini tercermin dari terus mengalirnya bantuan ke lokasi-lokasi yang paling parah terdampak. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses pemulihan pascagempa membutuhkan waktu dan kesabaran, sehingga dukungan publik tetap diperlukan agar para korban tidak merasa berjuang sendiri.
Di tengah kabar duka dan kerusakan yang meluas, kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh warga menjadi secercah harapan. Setidaknya, itulah yang ingin ditekankan oleh Wakil Ketua DPR dari kompleks parlemen sore itu, bahwa negara hadir dan terus bergerak.
Artikel Terkait
Kementerian Investasi Nilai Jateng Primadona, Realisasi Investasi Semester I Capai Rp59,94 Triliun
SPI Targetkan 15 DPD Terbentuk hingga Akhir 2026 Jelang Revisi UU Advokat
BMKG Catat 2.403 Gempa Susulan Guncang Flores, 70 Tewas dan Ratusan Luka
Pengamat: Perang Melawan Korupsi Jangan Sampai Kalahkan Hukum Itu Sendiri