Karhutla di Penajam Paser Utara Hanguskan 10,65 Hektare, BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Karhutla di Penajam Paser Utara Hanguskan 10,65 Hektare, BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

PARADAPOS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Peristiwa ini menghanguskan area seluas 10,65 hektare, namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api dilaporkan berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan instansi terkait. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalimantan. Data satelit NOAA-20 mencatat adanya 1.487 hotspot yang tersebar di pulau tersebut, menjadikan karhutla di Penajam Paser Utara sebagai bagian dari fenomena yang lebih luas.

Pemadaman Cepat dan Kondisi Terkini

Proses pemadaman berjalan relatif cepat. Meski api sempat membakar lahan seluas lebih dari sepuluh hektare, upaya yang dilakukan oleh tim gabungan di lapangan membuahkan hasil. "Pada hari yang sama, Rabu (19 Agustus) api telah berhasil dipadamkan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Agustus 2026. Kabar padamnya api ini tentu menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran meluasnya karhutla. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan dari kejadian di Desa Sepan, meskipun dampak asap sempat menjadi perhatian warga sekitar.

Sebaran Titik Panas di Kalimantan

Karhutla di Penajam Paser Utara ini terjadi bukan tanpa sebab. Berdasarkan pemantauan satelit, sebaran titik panas di Kalimantan memang sedang mengalami peningkatan. Data NOAA-20 menunjukkan konsentrasi hotspot paling tinggi berada di Kalimantan Tengah. "Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik," ungkap Berton. Ia menambahkan, wilayah lain juga mencatatkan angka yang cukup tinggi. Kalimantan Barat memiliki 560 titik panas, sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik. Adapun Kalimantan Utara menjadi wilayah dengan titik panas paling sedikit, yakni tiga titik.

Koordinasi dan Langkah Penanganan

Menghadapi situasi ini, BNPB tidak tinggal diam. Lembaga tersebut bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan perkembangan titik panas secara berkala. Selain itu, pemetaan wilayah rawan juga dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Koordinasi lintas instansi pun diperkuat untuk menentukan langkah penanganan yang tepat berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Langkah-langkah preventif dan respons cepat ini diharapkan mampu menekan risiko karhutla lebih lanjut di wilayah Kalimantan, mengingat musim kemarau yang masih berlangsung.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar