PARADAPOS.COM - Kepala Departemen Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-Lung, menyatakan kesiapan negaranya untuk berbagi teknologi pertanian cerdas dengan Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan delegasi media di Taipei, Kamis, sebagai bagian dari kerangka Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy/NSP). Lin menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk pangan olahan. Ia pun mengusulkan agar Indonesia menyediakan wilayah percontohan sebagai langkah awal implementasi solusi terpadu dari Taiwan.
Di sela-sela diskusi yang berlangsung hangat di Kantor Departemen Luar Negeri Taiwan, Lin menyampaikan keyakinannya akan kapabilitas teknologi pertanian yang dimiliki oleh Taiwan. Menurutnya, teknologi tersebut relevan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di Indonesia.
"Saya percaya hal itu dapat membantu Indonesia memperkuat ketahanan pangan, terutama untuk ekspor pangan olahan," ujarnya.
Lebih lanjut, Lin memaparkan harapannya agar tercipta sinergi nyata antara kedua pihak. Ia membayangkan adanya sebuah kawasan khusus yang bisa menjadi ajang uji coba berbagai inovasi pertanian Taiwan.
"Jika Indonesia dapat menyediakan wilayah percontohan bagi Taiwan untuk memberikan solusi terpadu, hal itu akan sangat kami apresiasi," katanya.
Menurut Lin, kolaborasi semacam ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan. Ia optimistis dampak positifnya akan terasa lebih luas, terutama dalam penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan nilai ekspor Indonesia.
"Saya percaya dengan cara itu, kami dapat membantu Indonesia meningkatkan lapangan kerja, mendorong ekspor, dan membentuk industri ini," tuturnya.
Implementasi Pertanian Cerdas di Indonesia
Di sisi lain, pengembangan pertanian cerdas di Indonesia juga tengah berjalan, salah satunya lewat kolaborasi internasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng Korea Institute of Science and Technology (KIST) dari Korea Selatan untuk menggarap proyek riset bersama.
Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari tahap kerja sama sebelumnya. Fokus risetnya sendiri cukup spesifik, yakni pada karakteristik penyerapan nutrisi tanaman unggulan Indonesia di setiap fase pertumbuhan.
"Kami fokus pada karakteristik penyerapan nutrisi tanaman unggulan Indonesia di tiap tahap pertumbuhannya. Melalui teknologi pertanian cerdas dari KIST, kita dapat mengukur secara presisi komposisi larutan nutrisi yang dibutuhkan dalam kondisi iklim tropis," kata Nugroho dalam keterangan di Jakarta, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, teknologi presisi semacam ini dinilai krusial untuk memastikan produk alami Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar industri global. Dengan begitu, potensi produk hayati lokal bisa dioptimalkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Peluang Pasar Produk Pangan di Taiwan
Sementara itu, pasar Taiwan sendiri telah menjadi salah satu tujuan utama ekspor produk pangan Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mencatat adanya potensi transaksi yang menjanjikan dari ajang Food Taipei Mega Show 2026.
Melalui Paviliun Indonesia pada pameran tersebut, tercatat potensi transaksi mencapai 5 juta dolar AS. Angka ini dinilai sebagai sinyal positif bagi produk-produk pangan dalam negeri di kancah internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merefleksikan kepercayaan pasar Taiwan yang semakin kuat terhadap produk Indonesia.
"Potensi transaksi sebesar 5 juta dolar AS menunjukkan produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang semakin diakui di pasar Taiwan," kata Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/7).
Artikel Terkait
Pencarian 3 Nelayan Hilang di Perairan Jember Hari Kedua, Tim SAR Perluas Area hingga Perbatasan Lumajang
Pemerintah Pastikan Penanganan Gempa NTT Andalkan Sumber Daya Nasional, Bantuan Asing Belum Diperlukan
Kabut Tebal Hambat Water Bombing, Pemadaman Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Andalkan Tim Darat
Kejagung Periksa Enam Saksi Swasta dalam Kasus Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah