Pertamina Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengungsi Gempa di Manggarai NTT

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:26 WIB
Pertamina Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengungsi Gempa di Manggarai NTT

PARADAPOS.COM - Pertamina Patra Niaga membuka layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi korban gempa bumi di Posko Pertamina Peduli, Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan ini mencakup pemeriksaan kondisi kesehatan, pengecekan tekanan darah, konsultasi keluhan, hingga pemberian obat-obatan dan vitamin. Langkah ini diambil untuk memastikan warga yang mengungsi, terutama balita, anak-anak, dan lansia, tetap mendapatkan akses kesehatan di tengah kondisi darurat pascagempa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tenda-tenda pengungsian di Kecamatan Reo masih dipadati warga yang mengungsi dari rumahnya yang rusak. Di sela-sela kesibukan mereka membersihkan puing-puing, kehadiran posko kesehatan ini menjadi titik terang. Bukan hanya sekadar obat, kehadiran tenaga medis memberikan rasa aman bagi para orang tua yang cemas dengan kondisi buah hati mereka yang mulai batuk dan pilek akibat kelelahan serta paparan debu.

Komitmen di Tengah Kondisi Darurat

Kehadiran layanan medis ini bukan sekadar program seremonial. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan perusahaan tidak hanya berhenti pada kebutuhan logistik. Menurutnya, aspek kesehatan dan kondisi psikologis para penyintas merupakan prioritas yang turut mendapat perhatian serius. Hal ini penting mengingat trauma pascabencana sering kali berdampak lebih lama dibandingkan pemulihan fisik.

“Tim medis dari Pertamina Patra Niaga juga sudah diturunkan di sini. Teman-teman medis bergabung dengan kedokteran kepolisian. Layanan kesehatan diberikan bagi balita, anak-anak dan orang tua, khususnya bagi masyarakat di kawasan tenda pengungsian di Kecamatan Reo,” jelasnya.

Kolaborasi dengan pihak kepolisian ini dinilai efektif untuk menjangkau lebih banyak pengungsi. Di lapangan, terlihat para tenaga medis bergerak lincah dari satu tenda ke tenda lain, memastikan tidak ada warga yang terlewatkan. Mereka tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi juga aktif menawarkan bantuan kepada warga yang terlihat kurang sehat.

Keluhan Para Penyintas dan Wujud Kepedulian

dr. Aji Wibowo, tim medis Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Jatimbalinus, menyatakan bahwa kehadirannya bersama rekan sejawat merupakan wujud komitmen kepedulian Pertamina terhadap masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana. Sebagian besar keluhan para penyintas bencana antara lain flu, batuk, serta luka akibat terkena reruntuhan puing.

“Pastinya kita ingin membantu masyararakat terdampak, terutama logistik dan dari sisi medis yang perlu perhatian khusus” ujarnya.

Di sela-sela pemeriksaan, dr. Aji menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu dan kurangnya istirahat menjadi pemicu utama menurunnya daya tahan tubuh para pengungsi. Oleh karena itu, pemberian vitamin dan suplemen menjadi bagian penting dari penanganan awal, selain pengobatan untuk keluhan fisik yang diderita. Ia berharap kehadiran mereka dapat meringankan beban psikologis warga yang masih dilanda kekhawatiran.

Apresiasi dari Warga Terdampak

Di tengah tenda pengungsian, Hamsyah, salah seorang pengungsi asal Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, menyamgut baik hadirnya layanan kesehatan dari Pertamina. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya posko kesehatan yang beroperasi di dekat tempat tinggal sementaranya.

“Alhamdulillah, pelayanannya luar biasa kepada kami. Dengan inisiatif yang luar biasa, maka kita mendapatkan bantuan dan dukungan yang luar biasa juga. Jadi, dari segala aktivitas posko, dapur umum ataupun layanan medis, sangat baik,” tutupnya.

Kehadiran posko ini setidaknya memberikan secercah harapan bagi warga Reo yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Dengan dukungan medis yang berkelanjutan, diharapkan proses pemulihan pascagempa dapat berjalan lebih cepat, dan warga dapat segera kembali menjalani aktivitas normal dengan kondisi kesehatan yang prima.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar