PARADAPOS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan satuan tugas (satgas) udara. Langkah ini diambil untuk menjangkau titik-titik api yang tidak bisa dipadamkan melalui jalur darat. Hingga 21 Agustus 2026, tercatat 1.651 kejadian karhutla melanda wilayah tersebut, dengan perkiraan total lahan terbakar mencapai 6.905,67 hektare, menurut data BPBD Kalsel. Operasi Udara Lebih dari Sebulan Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Ariansyah, mengungkapkan bahwa satgas udara telah beroperasi selama lebih dari satu bulan. Keberadaan mereka dinilai krusial untuk memantau sekaligus memadamkan api di area yang sulit ditembus tim darat. "Satgas udara telah beroperasi lebih dari satu bulan bertugas mendukung satgas darat, terutama menangani titik api yang belum terjangkau melalui operasi darat," jelasnya usai rapat evaluasi Satgas Udara Penanganan Karhutla Kalsel di Banjarbaru, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam operasi ini, BPBD mengerahkan satu unit helikopter dan satu unit pesawat patroli. Tugas utamanya adalah memantau titik api dari ketinggian yang tidak terlihat oleh patroli darat. Hasil pantauan udara tersebut kemudian diteruskan ke masing-masing kabupaten dan kota sebagai dasar pelaksanaan pemadaman di lapangan. Kombinasi Water Bombing dan Tim Darat Untuk titik api yang benar-benar tak terjangkau satgas darat, BPBD menyiagakan tiga unit helikopter water bombing. Helikopter-helikopter ini menjadi ujung tombak pemadaman dari udara, melengkapi upaya tim darat yang bekerja di lokasi kejadian. "Sementara titik api yang tidak terjangkau oleh satgas darat ditangani melalui tiga unit helikopter water bombing (pengebom air) yang sudah tersedia. Operasi udara ini melengkapi upaya pemadaman yang dilakukan tim darat," ujarnya. Pada operasi sebelumnya, masing-masing helikopter telah menjalankan dua sorti penerbangan pengeboman air. Hasilnya, sejumlah titik api di berbagai lokasi berhasil dipadamkan. Namun, tantangan masih tetap ada. "Beberapa titik sudah padam, namun ada juga yang masih berasap tipis karena memang luas kebakaran cukup besar untuk dilaksanakan operasi water bombing," tuturnya. Kepulan asap tipis yang masih tersisa di beberapa area menunjukkan besarnya skala kebakaran. Kondisi ini menuntut kerja sama berkelanjutan antara operasi udara dan pengerahan satgas darat di lapangan. Fokus Prioritas di Kawasan Bandara Ariansyah memastikan bahwa briefing harian Satgas Udara Karhutla Kalsel terus berjalan rutin sebagai bagian dari operasi gabungan. Saat ini, dukungan udara diprioritaskan untuk menangani karhutla di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional penerbangan di tengah kondisi udara yang rawan kabut asap.
Artikel Terkait
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Bek Timnas Indonesia Nikmati Adaptasi di Pramusim
PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Biomassa dari Hulu ke Hilir demi Transisi Energi Nasional
Maulid Nabi 2026 Jadi Hari Libur Nasional, Dishub DKI Pastikan Ganjil Genap Ditiadakan
Turnamen Padel 17an Medcom.id di Jakarta Usung Silaturahmi dan Galang Dana untuk Korban Bencana