Profil Pemilik Saham MDKA: Edwin Soeryadjaya dan Struktur Kepemilikan
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) merupakan perusahaan pertambangan Indonesia yang berfokus pada produksi emas, tembaga, perak, dan berbagai mineral lainnya. Perusahaan yang berdiri sejak 2012 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2015 ini mengoperasikan tiga tambang utama: Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya, dan Tambang Emas Pani di Gorontalo.
Struktur Kepemilikan Saham MDKA
Kepemilikan saham MDKA didominasi oleh tiga entitas utama: PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Mitra Daya Mustika, dan PT Suwarna Arta Mandiri. Data hingga September 2025 menunjukkan SRTG sebagai pemegang saham terbesar dengan 4,76 miliar saham atau setara 19,47% dari total saham yang beredar.
Pemilik manfaat akhir dari kepemilikan MDKA adalah dua pengusaha ternama Indonesia: Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono. Winato Kartono memiliki kepemilikan melalui PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri, sementara Edwin Soeryadjaya mengontrol kepemilikan melalui PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
Profil Edwin Soeryadjaya: Pemilik Saham Utama MDKA
Edwin Soeryadjaya dikenal sebagai putra dari William Soeryadjaya, pendiri konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII). Setelah keluarganya mengalami keterpurukan finansial pada 1992, Edwin berhasil membangun kembali kekayaan keluarganya dengan mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya pada 1997.
Karir profesional Edwin dimulai di Astra dari tahun 1978 hingga 1993. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil melakukan restrukturisasi keuangan perusahaan dan memimpin Astra melakukan penawaran saham perdana (IPO) terbesar di Indonesia pada 1990.
Portofolio Bisnis dan Jabatan Strategis
Melalui Saratoga Investama, Edwin Soeryadjaya memiliki kepemilikan di berbagai perusahaan strategis baik yang telah go public maupun masih privat. Beberapa perusahaan terbuka dalam portofolionya antara lain ADRO, TBIG, MDKA, MBMA, EMAS, dan MPMX.
Edwin saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama di beberapa perusahaan, termasuk PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).
Anak Perusahaan Merdeka Copper Gold
MDKA memiliki dua entitas anak yang telah tercatat di bursa: PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang baru saja melakukan penawaran saham perdana. Ekspansi bisnis ini memperkuat posisi MDKA sebagai salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia.
Artikel Terkait
Trump Serukan Negara Besar Kerahkan Angkatan Laut ke Selat Hormuz
Prajurit TNI Juara Kompetisi Hafalan Al-Quran Internasional di Libya
Direktur Reserse Narkoba Polda NTT Dinonaktifkan Diduga Terlibat Pemerasan Tersangka
Harga Buyback Emas Antam Stagnan di Rp2,749 Juta, Tapi Naik 16,5% Sejak Awal Tahun