Keluarga Arya Daru Minta Transparansi Hasil Pemeriksaan Vara dan Dion di Bareskrim
Kuasa hukum keluarga Arya Daru Pangayunan, Nicholay Aprilindo, sekali lagi mendatangi Bareskrim Polri pada Kamis (30/10/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meminta kepolisian mengungkap hasil pemeriksaan terhadap dua orang, yaitu seorang wanita bernama Vara dan pria bernama Dion, yang terkait dengan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tersebut.
Nicholay menegaskan pentingnya transparansi dari pihak penyidik. "Kami minta agar hal-hal yang disebut sebagai privasi dibuka. Apa privasinya, hubungannya tentang apa, apakah berkaitan dengan wanita bernama Vara dan juga Dion," ujarnya di lokasi.
Ia juga menjelaskan keterkaitan keduanya dengan almarhum. "Seorang laki-laki bernama Dion ini bersama-sama dengan Vara dan almarhum ketika mereka makan siang di Posbloc. Kemudian, mereka bertemu lagi pada malam harinya di GI," sambung Nicholay.
Selain itu, keluarga juga mendesak polisi untuk membuka hasil pemeriksaan terhadap barang bukti elektronik. Nicholay menyoroti pentingnya jejak digital dalam penyelidikan modern.
"Kami yakin polisi bisa menemukan handphone yang dikatakan hilang. Selain itu, ada satu handphone Samsung Note 9 yang tidak hilang dan sudah diamankan oleh kepolisian. Kami minta itu dibuka, demikian juga laptop yang diserahkan oleh Kemenlu," jelasnya.
Pembukaan hasil pemeriksaan ini dinilai crucial untuk menghilangkan pertanyaan dan kecurigaan publik terhadap proses penyelidikan.
Sebagai informasi, jenazah Arya Daru ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025). Kondisi jenazah dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning sempat memicu spekulasi publik mengenai dugaan pembunuhan.
Meski demikian, penyidik hingga saat ini menyatakan tidak menemukan unsur pidana dalam kematian Arya Daru. Berdasarkan hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematiannya.
Artikel Terkait
Trump Ancam Serang Lagi Fasilitas Minyak Iran, Teheran Janji Balas
PLN Siagakan 2.000 Personel dan Ratusan Unit Peralatan untuk Jaga Listrik Saat Lebaran 2026
Mudik Lebaran 2026 Dimulai, Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Melonjak 100 Persen
Singapura Sita 67.000 Unit Vape Ilegal Senilai Rp14,6 Miliar Jelang Perberatan Hukuman