PARADAPOS.COM - Pekan penentuan fase grup Piala Dunia 2026 telah menghasilkan 13 negara yang memastikan langkah ke babak 32 besar hingga Kamis (25/6/2026). Format baru edisi kali ini, yang menyertakan babak 32 besar sebagai fase transisi sebelum 16 besar, membuat persaingan semakin ketat. Dari 12 juara grup, 12 runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju, sejumlah tim unggulan seperti tuan rumah Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, serta raksasa Eropa dan Amerika Latin sudah mengamankan tempat mereka lebih awal.
Format Baru Membuka Peluang Lebih Luas
Berbeda dengan edisi sebelumnya yang langsung melompat ke 16 besar, Piala Dunia 2026 memperkenalkan babak 32 besar sebagai jembatan menuju fase knockout. Konsekuensinya, setiap tim dituntut menjaga konsistensi hingga peluit akhir laga terakhir fase grup. Peluang lolos memang lebih terbuka, tetapi tekanan justru terasa lebih merata—tidak ada celah untuk lengah sedikit pun.
Hingga Kamis siang, setelah dua pertandingan Grup A usai, papan klasemen mulai menunjukkan siapa yang serius bersaing dan siapa yang harus angkat koper lebih awal. Negara tuan rumah seperti Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat sudah memastikan tiket, diikuti Jerman, Prancis, Argentina, Kolombia, dan sejumlah tim kejutan.
Meksiko: Sempurna di Kandang Sendiri
Meksiko menjadi negara pertama yang tidak hanya lolos, tetapi juga mengunci status juara grup. Sebagai tuan rumah, El Tri tampil tanpa cela. Setelah menundukkan Afrika Selatan dan Korea Selatan, mereka menutup fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Republik Ceko di Stadion Azteca pada Kamis. Mateo Chavez membuka skor pada menit ke-55, Julian Quinones menggandakan enam menit kemudian, dan Alvaro Fidalgo menutup pesta di masa injury time. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Meksiko di Stadion Azteca dalam ajang Piala Dunia.
Jerman dan Argentina: Raksasa yang Tak Tergoyahkan
Jerman menjadi tim Eropa pertama yang memastikan tempat di fase gugur. Die Mannschaft membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao, lalu mengalahkan Pantai Gading 2-1 secara dramatis. Dalam laga melawan Pantai Gading, Jerman sempat tertinggal melalui gol Franck Kessie. Namun, keputusan pelatih Julian Nagelsmann memasukkan Deniz Undav terbukti menjadi titik balik yang krusial.
Argentina, sang juara bertahan, kembali menunjukkan kelasnya. La Albiceleste menaklukkan Aljazair 3-0 dan Austria 2-0. Semua gol di dua pertandingan itu dicetak oleh satu nama: Lionel Messi. Kapten timnas Argentina itu mencetak hattrick ke gawang Aljazair dan dua gol ke gawang Austria. Dengan torehan itu, Messi kini memegang rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra dengan 18 gol, melampaui catatan Miroslav Klose.
Prancis dan Norwegia: Dua KutBerbeda
Prancis melaju mulus setelah mengalahkan Senegal dan Irak di Grup I. Kylian Mbappe menjadi motor serangan dengan dua gol di masing-masing laga. Penyerang Real Madrid itu kini mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026 dan total 16 gol sepanjang kariernya di ajang ini—menyamai catatan Klose.
Sementara itu, Norwegia mencuri perhatian. Setelah absen 28 tahun dari panggung Piala Dunia, mereka langsung tampil mengesankan. Erling Haaland menjadi pusat segalanya dengan empat gol dalam dua pertandingan. Kemenangan 3-2 atas Senegal memastikan Norwegia mengoleksi enam poin dan tak tergeser dari posisi dua besar Grup I.
Swiss, Kanada, dan Brasil: Konsistensi Berbuah Hasil
Swiss menjadi tim kedelapan yang lolos setelah menuntaskan fase grup dengan tujuh poin. Mereka mengalahkan Kanada 2-1 pada laga terakhir Grup B, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Bosnia dan menghancurkan Qatar 6-0. Disiplin dan efektivitas serangan menjadi kunci Swiss finis sebagai pemuncak klasemen.
Kanada, meski kalah dari Swiss, tetap melaju sebagai runner-up Grup B dengan empat poin. Kemenangan telak atas Qatar dan hasil imbang melawan Bosnia cukup untuk membawa tuan rumah bersama ini ke fase gugur.
Brasil, seperti biasa, tak perlu diragukan. Selecao mengunci status juara Grup C setelah menekuk Skotlandia 3-0. Vinicius Junior menjadi bintang dengan dua gol, sementara Matheus Cunha menyumbang satu. Kemenangan ini memperpanjang tradisi Brasil yang selalu lolos dari fase grup sejak Piala Dunia 1966.
Maroko, Bosnia, dan Afrika Selatan: Cerita dari Pinggir
Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian semifinal Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan. Atlas Lions mengalahkan Haiti 4-2 untuk mengamankan tiket sebagai runner-up Grup C, meski gagal menyalip Brasil di puncak klasemen karena selisih gol.
Bosnia dan Herzegovina lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Kemenangan 3-1 atas Qatar memberi mereka empat poin, cukup untuk bersaing di antara delapan peringkat ketiga terbaik.
Afrika Selatan mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Bafana Bafana bangkit setelah kalah dari Meksiko di laga pembuka. Mereka kemudian bermain imbang melawan Republik Ceko dan mengalahkan Korea Selatan 1-0 di pertandingan terakhir—sebuah perjalanan yang penuh perjuangan dan kebanggaan.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Dituntut Bek Ulsan: Fakta Tamparan & Pengakuan Jung Seung-hyun
Erick Thohir Resmi Kuasai 100% Saham Oxford United: Dampak bagi Manajemen dan Masa Depan Pemain Indonesia
Keributan Dillon Danis vs Tim Khabib Pecah di UFC 322: Abubakar Terlibat Ricuh
Persib Bandung Vs Selangor FC: Modal 5 Kemenangan Beruntun untuk ACL Two 2025