Strategi PSI 2029: Transformasi dari Partai Jelita ke Jelata demi Menangkan Pemilu

- Minggu, 23 November 2025 | 02:25 WIB
Strategi PSI 2029: Transformasi dari Partai Jelita ke Jelata demi Menangkan Pemilu
Transformasi PSI: Strategi Menuju Pemilu 2029 dari Partai Jelita ke Jelata

PSI Bergerak ke Akar Rumput: Strategi Menangkan Pemilu 2029

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, mendorong transformasi total partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Ia menegaskan, PSI harus beralih dari citra "partai jelita" menjadi "partai jelata" yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kecil.

Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kemenangan elektoral hanya dapat dicapai dengan memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah, yaitu desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Belajar dari partai senior, kunci kemenangan politik terletak pada kekuatan basis massa di level TPS.

Perubahan Citra: Dari Hotel Bintang Lima ke Kaki Lima

Dalam pernyataannya, Raja Juli menekankan perubahan identitas PSI. "PSI dulu terkenal sebagai partai jelita, tapi sekarang kita ubah jadi jelata. Dulu dikenal hotel bintang lima, sekarang jadi kaki lima. Yang berarti harus ada untuk masyarakat," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen PSI untuk lebih dekat dengan rakyat.

Memperkuat Struktur Hingga Level Terbawah

Sebagai langkah konkret, Raja Juli mengapresiasi pembentukan seluruh Dewan Pimpinan Cabang PSI di Bangka Belitung. Ia mendorong kader untuk segera melakukan perekrutan hingga tingkat desa, RT/RW, dan TPS. Penguatan struktur ini dinilai krusial untuk membangun jaringan politik yang kokoh.

Jalan Menuju Kemenangan Pemilu 2029

Raja Juli menegaskan bahwa hanya dengan jaringan politik yang menyentuh langsung rakyat, PSI mampu memenangkan Pemilu 2029. Komitmen ini juga menjadi syarat bagi sesepuh partai, yang disebut sebagai "Mr. J", untuk bergabung secara formal sebagai kader PSI di kemudian hari.

Dengan strategi transformasi dari jelita ke jelata dan penguatan struktur hingga akar rumput, PSI mempersiapkan diri secara serius untuk pertarungan politik lima tahun mendatang.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar