PSI Bergerak ke Akar Rumput: Strategi Menangkan Pemilu 2029
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, mendorong transformasi total partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Ia menegaskan, PSI harus beralih dari citra "partai jelita" menjadi "partai jelata" yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kecil.
Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kemenangan elektoral hanya dapat dicapai dengan memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah, yaitu desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Belajar dari partai senior, kunci kemenangan politik terletak pada kekuatan basis massa di level TPS.
Perubahan Citra: Dari Hotel Bintang Lima ke Kaki Lima
Dalam pernyataannya, Raja Juli menekankan perubahan identitas PSI. "PSI dulu terkenal sebagai partai jelita, tapi sekarang kita ubah jadi jelata. Dulu dikenal hotel bintang lima, sekarang jadi kaki lima. Yang berarti harus ada untuk masyarakat," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen PSI untuk lebih dekat dengan rakyat.
Memperkuat Struktur Hingga Level Terbawah
Sebagai langkah konkret, Raja Juli mengapresiasi pembentukan seluruh Dewan Pimpinan Cabang PSI di Bangka Belitung. Ia mendorong kader untuk segera melakukan perekrutan hingga tingkat desa, RT/RW, dan TPS. Penguatan struktur ini dinilai krusial untuk membangun jaringan politik yang kokoh.
Jalan Menuju Kemenangan Pemilu 2029
Raja Juli menegaskan bahwa hanya dengan jaringan politik yang menyentuh langsung rakyat, PSI mampu memenangkan Pemilu 2029. Komitmen ini juga menjadi syarat bagi sesepuh partai, yang disebut sebagai "Mr. J", untuk bergabung secara formal sebagai kader PSI di kemudian hari.
Dengan strategi transformasi dari jelita ke jelata dan penguatan struktur hingga akar rumput, PSI mempersiapkan diri secara serius untuk pertarungan politik lima tahun mendatang.
Artikel Terkait
PMI Kukuhkan Sampoerna sebagai Pilar Strategis Global dengan Investasi Miliaran Dolar
Mahasiswa Protes Rencana Impor 105 Ribu Pikap India untuk Kopdes
Pakar Nilai ART dengan AS Cerminkan Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi
Peneliti Bela Keabsahan Ijazah Paket C Ketua BEM UGM yang Vokal Kritik Prabowo