PARADAPOS.COM - Pengamat politik menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk berkeliling Indonesia bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi menjaga pengaruh politik keluarga, khususnya posisi putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, di peta nasional. Pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, menyebut safari politik Jokowi berpotensi menjadi manuver untuk memastikan Gibran tetap dipilih sebagai wakil presiden oleh Prabowo Subianto.
Di tengah hiruk-pikuk politik jelang kontestasi mendatang, Hensa melihat bahwa lawan-lawan politik Jokowi berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Sejumlah tokoh potensial masih terbebani oleh tugas-tugas pemerintahan yang menyita waktu dan energi.
Keterbatasan Waktu Para Petahana
Menurut Hensa, Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki keleluasaan untuk melakukan manuver serupa. Fokusnya saat ini tertuju pada roda pemerintahan dan pemenuhan janji-janji politik kepada rakyat. Kondisi serupa juga dialami oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Keduanya dinilai sulit untuk melancarkan safari politik karena masih terikat tanggung jawab sebagai menteri.
“Makanya mungkin tujuan Jokowi keliling Indonesia selain mempromosikan PSI, juga menjaga agar Gibran tetap dipilih oleh Prabowo menjadi wakil presiden,” ujar Hensa melalui kanal Youtube miliknya, Senin, 1 Juni 2026.
Anies Punya Ruang Gerak Lebih Besar
Di antara para tokoh tersebut, Hensa justru melihat mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai figur yang memiliki ruang lebih besar. Menurutnya, Anies tidak terbebani oleh jabatan struktural sehingga bisa lebih leluasa merespons langkah Jokowi.
“Anies Baswedan punya banyak waktu,” katanya singkat.
Hensa pun menilai akan menarik untuk mengamati apakah Anies akan mengambil langkah serupa. “Nah kita lihat, Jokowi turun gunung, apakah Anies Baswedan turun gunung juga atau tidak. Jokowi keliling Indonesia, Anies Baswedan keliling Indonesia juga atau tidak. Ini akan seru untuk diikuti,” tuturnya.
Fokus Prabowo pada Kinerja Pemerintahan
Di sisi lain, Hensa menekankan bahwa fokus utama Prabowo saat ini tetap pada kinerja pemerintahan. Keberhasilan memenuhi janji politik kepada masyarakat dinilai sebagai modal terpenting untuk menjaga dukungan publik ke depan.
“Kalau Prabowo mau tidak mau konsentrasi memenuhi janji politiknya supaya aman, supaya rakyat bisa pilih dia lagi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Jokowi Tak Hadir di Upacara Hari Lahir Pancasila karena Tidak Terima Undangan Resmi
Hasto Kritisi Pasal 33 UUD 1945: Kekayaan Alam Papua dan Aceh Tak Sebanding dengan Tingkat Kemiskinan Rakyat
Hasto Kristiyanto Kritik Demokrasi Sentralistik dan Sistem Hukum di Peringatan Hari Lahir Pancasila
Hasto Kristiyanto Sebut Indonesia Berubah Jadi Negara Otoriter Populis di Periode Kedua Jokowi