Kritik untuk Gibran: Wapres Dinilai Harus Beri Dukungan Nyata ke Prabowo, Bukan Hanya Pidato

- Kamis, 18 Desember 2025 | 10:50 WIB
Kritik untuk Gibran: Wapres Dinilai Harus Beri Dukungan Nyata ke Prabowo, Bukan Hanya Pidato
Kritik untuk Gibran: Wapres Dinilai Harus Beri Dukungan Nyata ke Prabowo, Bukan Pidato

Kritik untuk Gibran: Wapres Dinilai Harus Beri Dukungan Nyata ke Prabowo, Bukan Pidato

Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, melontarkan kritik keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kritik ini terkait peran Gibran dalam mendukung Presiden Prabowo Subianto, terutama di tengah penanganan bencana alam di Sumatera.

Akbar menilai, situasi krisis seperti bencana seharusnya menjadi momentum bagi wakil presiden untuk tampil memberikan dukungan nyata dan terukur kepada kepala negara. Dukungan itu, kata dia, tidak boleh sekadar tampil dalam agenda seremonial atau pidato saja.

“Kepada Wapres Gibran, belajarlah lebih cepat memberi dukungan yang terukur kepada Presiden Prabowo,” tegas Akbar lewat akun X miliknya, Kamis, 18 Desember 2025.

Belajar dari Peran Jusuf Kalla di Era SBY

Akbar Faizal membandingkan peran ideal wakil presiden dengan figur Jusuf Kalla (JK) pada periode pertama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peran JK dinilainya benar-benar dirasakan kontribusinya oleh presiden, khususnya saat negara menghadapi situasi darurat dan krisis.

“Contohlah Pak JK pada periode pertama Pak SBY, yang perannya benar-benar dirasakan oleh Presiden kala itu,” ujar Akbar.

Peringatan untuk Tidak Bandingkan dengan Era Jokowi-JK

Namun, Akbar mengingatkan agar perbandingan tersebut tidak diarahkan pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, saat JK kembali menjabat sebagai wakil presiden. Menurutnya, pada era itu tidak tersedia ruang yang cukup bagi wapres untuk berperan aktif.

“Tapi jangan lihat peran Pak JK pada periode pertama Bapakmu, karena memang tak ada ruang yang diberikan saat itu,” katanya.

Pilpres dan Beban Kepemimpinan di Tengah Bencana

Akbar menegaskan, di tengah kompleksitas persoalan nasional—mulai dari pemulihan ekonomi hingga penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—Presiden Prabowo membutuhkan dukungan konkret. Dukungan itu harus meringankan beban kepemimpinan, bukan justru menambah tekanan.

“Segera bantu Pak Prabowo. Berhenti pidato berkualitas super melelahkan itu, sebab itu justru makin membebani Presiden,” sentilnya tajam.

Ia bahkan menegaskan, jika tidak mampu memberikan kontribusi substantif dalam kerja-kerja pemerintahan dan penanganan krisis, pilihan terbaik adalah tidak tampil sama sekali. “Atau diam saja. Benar-benar diam,” tandas Akbar Faizal.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar