Prabowo Sindir Luhut Soal Dukungan Pilpres 2024 di Acara Natal Nasional 2025, Ini Kata-katanya

- Selasa, 06 Januari 2026 | 01:00 WIB
Prabowo Sindir Luhut Soal Dukungan Pilpres 2024 di Acara Natal Nasional 2025, Ini Kata-katanya
Prabowo Sindir Luhut Soal Dukungan Pilpres di Acara Natal Nasional 2025

Prabowo Sindir Luhut Soal Dukungan Pilpres di Acara Natal Nasional 2025

Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan bernada sindiran kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Kejadian ini terjadi saat Prabowo menyampaikan pidato dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin 6 Januari 2026.

Bantahan Tudingan Program Makan Bergizi Gratis

Awalnya, Prabowo menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan untuk kepentingan politik Pemilu 2029. "Saudara-saudara, dan ada yang nuduh, Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali. Selalu berpikir negatif," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa keputusan rakyat dalam memilih pemimpin merupakan hak sepenuhnya masyarakat. "Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029 apa masalah saya? Iya kan? Kalau Tuhan mengizinkan," ucapnya. Ia menambahkan bahwa tanpa izin Tuhan, upaya apa pun tidak akan membuahkan hasil.

Refleksi Kekalahan Pilpres dan Candaan ke Luhut

Dalam suasana santai, Prabowo merefleksikan rekam jejaknya dalam kontestasi pemilu. "Empat kali ikut pemilu tiga kali kalah," ungkapnya yang langsung disambut tawa hadirin.

Tak berhenti di situ, Prabowo kemudian melempar candaan kepada Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam acara tersebut. "Soalnya waktu itu Pak Luhut nggak dukung saya sih," kata Prabowo sambil tersenyum. Pernyataan ini kembali disambut riuh tepuk tangan peserta acara.

Kejadian ini menunjukkan dinamika politik yang cair di antara elite nasional, sekaligus menjadi sorotan publik dalam acara keagamaan nasional tersebut.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar