Ia mengingatkan bahwa menonton stand up comedy pada dasarnya adalah pilihan sadar untuk mencari hiburan. "Pada saat memutuskan nonton stand up comedy, ya memang ingin ketawa. Jadi kalau marah, ya nggak usah ditonton lagi," tegasnya.
Pemicu Narasi Konspirasi dan "Antek Asing"
Hensat mencatat, kegaduhan justru membesar setelah tayang di platform Netflix. Dari sinilah berbagai spekulasi dan teori konspirasi mulai bermunculan.
"Hah, Netflix? US nih. Pandji tinggal di US nih. So, apakah ini gerakan dari US yang ingin mengganggu ketenangan bangsa ini?" ujar Hensat menirukan narasi yang berkembang. Bahkan, polemik ini dikaitkan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang ancaman "antek asing".
Founder Lembaga Survei Kedai Kopi itu menegaskan bahwa Pandji bukan kabur, melainkan memang menetap di Amerika Serikat. "Karena dia tinggal di Amerika, tambah lagi keterangan konspirasinya. Apakah ini kiriman? Apakah ini agen?" tanyanya.
Mengalihkan Isu Serius dalam Negeri?
Lebih jauh, Hensat menyoroti kemungkinan bahwa kegaduhan "Mens Rea" justru menutupi isu-isu serius lain di dalam negeri, seperti bencana di Sumatera hingga pembahasan RKUHAP. Menurutnya, polemik ini terlihat kontras karena baik Pandji maupun Gibran sama-sama tampak santai menyikapinya.
Artikel Terkait
Strategi PDIP 2026-2029: Analisis Posisi Penyeimbang & Peluang Koalisi dengan Prabowo
Jokowi Pasca Lengser: Analisis Lengkap Mengapa Namanya Masih Muncul dalam Setiap Masalah Nasional
Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi di Solo: Damai Hari Lubis Klarifikasi Tidak Ada Permintaan Maaf
AHY Ungguli Gibran & Anies: Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Bocor