PARADAPOS.COM - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera meninggalkan panggung politik dan menghentikan praktik cawe-cawe di dalam urusan politik anak serta menantunya. Pernyataan ini disampaikan Amien Rais di tengah penilaian bahwa ambisi politik Jokowi pasca-presiden masih menggebu-gebu, terutama terlihat dari upaya penguasaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan langkah melanggengkan pengaruh dinasti politik melalui Gibran Rakabuming Raka serta Bobby Nasution.
Peringatan Soal Waktu dan Kematian
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube pribadinya pada Minggu, 24 Mei 2026, Amien Rais menekankan satu hal fundamental yang menurutnya kerap dilupakan oleh Jokowi.
"Satu hal penting yang dilupakan Jokowi, bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini bisa melawan waktu. Waktu itu lebih perkasa dari manusia," ujarnya.
Amien Rais kemudian merujuk pada ajaran dalam Al-Qur'an, di mana Allah SWT bersumpah mengenai waktu, misalnya dalam surat Wal' Asr (demi masa). Ia menegaskan bahwa proses penuaan adalah keniscayaan yang tak terelakkan bagi setiap manusia.
"Jadi Mas Jokowi, kita semua tanpa kecuali mengalami proses penuaan dan hanya menanti jadwal kematian kita," tuturnya.
Kritik Terhadap Cara Mencintai Anak
Di luar soal waktu, Amien Rais juga menyoroti cara Jokowi dalam menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya. Menurut pengamatannya, pendekatan yang dilakukan saat ini justru keliru dan berbahaya.
"Kelihatannya cinta anak tetapi sesungguhnya dia sedang bengis dan tega pada anak-anaknya sendiri," ungkapnya.
Ia mencontohkan sikap Jokowi yang memaksakan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai calon wakil presiden. Langkah ini dinilai tidak masuk akal dan menunjukkan ambisi yang berlebihan.
"Gibran yang plonga plongo bisa menjadi wapres. Ini sesuatu yang tidak masuk akal. Juga menantunya Bobby Nasution bisa menjadi pejabat politik dan lain sebagainya," sambungnya.
Pernyataan-pernyataan ini muncul di tengah diskursus publik yang semakin kritis terhadap kecenderungan politik dinasti dan upaya mempertahankan kekuasaan di luar masa jabatan resmi. Amien Rais, dengan pengalamannya sebagai tokoh reformasi dan mantan ketua MPR, menyampaikan pandangannya dengan nada yang tegas namun reflektif, seolah mengajak Jokowi untuk merenungkan kembali warisan politik yang akan ditinggalkan.
Artikel Terkait
Uskup Agung Merauke Sesalkan Film Pesta Babi Dinilai Sarat Propaganda dan Fitnah
Analis: Gibran Berpotensi Jadi Lawan Politik Prabowo di Pilpres 2029
Menteri Keuangan Ungkap Modus Manipulasi Ekspor CPO Lewat Perusahaan Perantara di Singapura
Eko Lemu: Jokowi Hidangkan Bebek dan Soto agar Prabowo “Manut”