Analisis Pengamat: Safari Politik Jokowi Bersama PSI Siapkan Dua Skenario Masa Depan Gibran

- Selasa, 07 Juli 2026 | 07:50 WIB
Analisis Pengamat: Safari Politik Jokowi Bersama PSI Siapkan Dua Skenario Masa Depan Gibran

PARADAPOS.COM - Safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belakangan ini bukanlah sekadar agenda silaturahmi biasa. Pengamat politik Ray Rangkuti menilai langkah tersebut merupakan strategi terukur untuk menjaga posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis ini muncul di tengah spekulasi mengenai masa depan duet Prabowo-Gibran pada pemilihan presiden mendatang.

Menurut Ray, target utama Jokowi dalam waktu dekat adalah memastikan elektabilitas Gibran tetap terjaga sebagai figur politik nasional. Namun, ia juga melihat adanya skenario alternatif yang tengah dipersiapkan.

Dua Skenario untuk Masa Depan Gibran

Dalam analisisnya, Ray Rangkuti mengemukakan bahwa Jokowi tampaknya telah memetakan dua kemungkinan jalur politik bagi putranya. Skenario pertama, yang dinilai paling ideal, adalah Gibran kembali berpasangan dengan Prabowo Subianto pada kontestasi pilpres berikutnya.

"Ada target jangka pendek dan jangka panjang. Jangka panjangnya memastikan Gibran terus berada di level nasional. Target utamanya tetap bersama dengan Prabowo di pilpres yang akan datang," kata Ray di Channel Youtube Kanal SA, Selasa, 7 Juli 2026.

Namun, ia memprediksi peluang Prabowo kembali menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden tidak terlalu besar. Keyakinan ini didasarkan pada dinamika politik yang terus berubah.

"Pertanyaannya, apakah Pak Prabowo kelihatan meminang kembali Gibran sebagai calon wakil presiden? Prediksi saya tidak lebih dari 30 persen. Berarti 70 persennya beliau punya banyak sekali calon yang memungkinkan untuk direkrut sebagai cawapres. Nah, ini yang dibaca oleh Jokowi," ujarnya.

Oleh karena itu, Ray meyakini Jokowi telah menyiapkan skenario alternatif. Jika Gibran tidak lagi dipilih sebagai pendamping Prabowo, maka ia harus mampu maju sendiri.

"Oleh karena itu dimunculkan skenario kedua. Bilamana Gibran ternyata tidak digandeng oleh Pak Prabowo, artinya Gibran harus naik sendiri, bisa sebagai capres yang bergandengan dengan tokoh lain atau menjadi calon wakil presiden dari tokoh yang lain. Komposisinya nanti akan terlihat menjelang pilpres," jelasnya.

Elektabilitas sebagai Kunci Utama

Apa pun skenario politik yang ditempuh, Ray menegaskan bahwa syarat utamanya tetap sama: menjaga tingkat elektabilitas Gibran agar tetap tinggi. Tanpa dukungan publik yang kuat, langkah politik apa pun akan sulit dijalankan.

"Tetap bersama dengan Prabowo atau tidak bersama dengan Prabowo dan bergandengan dengan yang lain, cuma satu syaratnya, elektabilitas Gibran itu harus terpelihara. Oleh karena itu sekarang dilakukan safari politik," katanya.

Langkah safari politik yang dilakukan Jokowi bersama PSI, menurut Ray, merupakan bagian dari upaya menjaga dan memperkuat citra Gibran di mata publik. Aktivitas ini menjadi ajang untuk terus membangun kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat.

Antisipasi Jangka Pendek

Selain target jangka panjang, Ray juga melihat adanya kepentingan jangka pendek yang tidak kalah penting di balik aktivitas politik Jokowi tersebut. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan kemungkinan munculnya situasi tak terduga yang dapat memengaruhi jalannya pemerintahan hingga 2029.

"Jangka pendeknya, siapa tahu ada sesuatu yang tidak terduga yang berhubungan dengan kekuasaan Pak Prabowo, mungkin karena faktor alam atau faktor politik sehingga tidak dapat melanjutkan pemerintahan sampai 2029," ujarnya.

Dalam kondisi demikian, Ray menilai penerimaan publik terhadap Gibran sebagai pengganti Prabowo masih menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Jokowi dinilai berkepentingan untuk terus memperkuat legitimasi politik putranya melalui berbagai aktivitas di ruang publik.

"Kalau ada yang mengatakan harus memikirkan kemungkinan Prabowo tidak sampai 2029, maka otomatis di dalamnya juga ada kepentingan untuk mempersiapkan Gibran," pungkasnya.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar