Susno Duadji Desak Menteri PU Dicopot Usai Keponakan Jadi Komisaris BUMN

- Rabu, 15 Juli 2026 | 04:25 WIB
Susno Duadji Desak Menteri PU Dicopot Usai Keponakan Jadi Komisaris BUMN

PARADAPOS.COM - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji, melontarkan kritik pedas terhadap Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Hal ini dipicu oleh kabar pengangkatan keponakan sang menteri, Aisyah Zakiyyah, sebagai komisaris di PT PP (Persero) Tbk, sebuah perusahaan pelat merah. Melalui akun media sosialnya pada Minggu, 12 Juli 2026, Susno menilai langkah tersebut mencoreng citra pemerintahan dan mendesak agar Dody Hanggodo segera dicopot dari jabatannya. Kritik ini muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah isu yang melilit Menteri PU, termasuk dugaan penyalahgunaan anggaran untuk perjalanan dinas keluarga.

Kritik Tajam dari Mantan Petinggi Polri

Dalam unggahannya, Susno Duadji tidak hanya menyoroti hubungan keluarga antara Menteri PU dan komisaris baru tersebut. Ia juga menyertakan foto Dody Hanggodo bersama Aisyah Zakiyyah dengan narasi yang menyinggung isu sebelumnya, yaitu ajakan anak dan istri menteri ke New York menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Menteri model begini mesti- sdh harus ditendang jauh dari Kabinet, ngotori negeri konoha rusak negara,” tulis Susno dalam cuitannya. Pernyataan keras ini sontak memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak yang mendukung kritik tersebut, namun tak sedikit pula yang meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai fakta di lapangan. Suasana di media sosial pun memanas, memperdebatkan batas antara praktik nepotisme dan profesionalisme di tubuh BUMN.

Fakta di Balik Penunjukan Komisaris

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa Aisyah Zakiyyah memang tercatat sebagai salah satu komisaris di PT PP (Persero) Tbk. Perusahaan ini merupakan salah satu BUMN konstruksi terbesar di Indonesia yang mengerjakan berbagai proyek strategis nasional. Namun, perlu dicatat bahwa penunjukan Aisyah telah dilakukan sejak Mei 2026, jauh sebelum ramainya pemberitaan saat ini.

Proses pengangkatan komisaris di PT PP tidak dilakukan secara sepihak oleh Menteri PU. Mekanismenya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang melibatkan Menteri BUMN dan pemangku kepentingan lainnya. Sebelum menjabat komisaris, Aisyah diketahui pernah menjadi Tenaga Ahli Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Menteri Pekerjaan Umum. Hubungan keluarga antara Aisyah dan Dody inilah yang kemudian menjadi sorotan utama publik.

Konteks Polemik yang Lebih Luas

Kontroversi ini tidak berdiri sendiri. Menteri PU Dody Hanggodo sebelumnya juga diterpa isu soal rencana keberangkatan anak dan istrinya ke Amerika Serikat yang didanai APBN. Meskipun kabar tersebut telah dibantah oleh pihak Kementerian PU, isu itu tetap meninggalkan bekas di mata publik. Akibatnya, setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh menteri kini diawasi dengan lebih ketat.

“Pengangkatan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah perhatian publik terhadap berbagai isu yang menyeret nama Menteri PU,” ujar seorang sumber di lingkungan Kementerian BUMN yang enggan disebut namanya. Situasi ini menunjukkan bagaimana kepercayaan publik terhadap institusi bisa terkikis oleh serangkaian isu yang beruntun, meskipun masing-masing memiliki mekanisme dan penjelasan tersendiri.

Hingga berita ini diturunkan, polemik mengenai posisi komisaris di BUMN dan etika penyelenggaraan negara masih terus bergulir. Beragam respons dari kalangan pengamat, politisi, dan masyarakat sipil terus berdatangan, menjadikan kasus ini sebagai ujian bagi transparansi tata kelola perusahaan negara.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar