Mellaz mengatakan penting menyukseskan Pemilu 2024 sebagai bagian dari rangkaian pemilu yang telah diselenggarakan di Indonesia setidaknya pascareformasi 1998.
Rangkaian pemilu yang telah berlangsung selama dua dekade menurut menentukan kualitas demokrasi di Indonesia. “Kalau misalnya kita perhatikan berbagai studi literatur demokrasi, biasanya para ahli pemilu punya konsensus, kalau satu negara berturut-turut menyelenggarakan pemilu 5 kali tanpa satu kalipun terinterup perilaku non demokrasi maka negara itu wajib jadi rujukan para ahli demokrasi di dunia, kenapa? negara tersebut kompatibel dengan demokrasi,” kata Mellaz.
Pada kegiatan Festival Pemilu 2024, Bijak Memilih turut menghadirkan stan yang menampilkan 18 partai politik nasional peserta Pemilu 2024. Pengunjung dapat melihat lebih dekat profil dari masing-masing partai politik yang bertarung di 2024. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: libernesia.com
Artikel Terkait
Megawati Institute Resmi Berdiri: Ketua Umum PDIP Resmikan Think Tank di HUT ke-53 Partai
Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo
Megawati Tiba di Rakernas PDIP 2026 Didampingi Prananda Prabowo: Tema Satyam Eva Jayate
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Perkembangan Kasus Terbaru