Kuasa Hukum Roy Suryo Sindir Eggi-Damai Temui Jokowi: Ada Pejuang, Ada Pecundang
Kuasa hukum Roy Suryo dan kawan-kawan, Ahmad Khozinudin, memberikan sindiran tajam menyusul langkah dua kliennya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang mendatangi kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo.
Khozinudin mengibaratkan para pengkhianat seperti muatan berlebihan pada sebuah kendaraan. "Keluarnya dia dari kendaraan justru akan meringankan, membuat laju kendaraan makin cepat sehingga bisa segera sampai pada tujuan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).
Dinamika Biasa: Ada yang Lurus, Ada yang Bengkok
Meski menyindir, Khozinudin menilai tindakan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Jokowi pada Kamis (8/1/2026) itu hanyalah dinamika hidup biasa. Pertemuan ini terjadi dalam konteks kasus pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu yang menjerat mereka.
"Tak perlu menganggap itu sesuatu yang anomali. Biasa saja, ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," tegasnya.
Khozinudin kemudian menyampaikan kalimat penegas: "Ada pejuang ada pecundang."
Ajakan Introspeksi: Jangan Berjuang Cari Pamrih
Lebih lanjut, kuasa hukum itu menyatakan bahwa langkah kedua tersangka itu justru harus dijadikan bahan introspeksi bagi semua pihak. Ia mengingatkan agar perjuangan tidak dilandasi oleh kepentingan materi atau pujian.
"Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga dianggap sebagai pahlawan," pesan Ahmad Khozinudin menutup pernyataannya.
Pertemuan Eggi dan Damai dengan Jokowi ini menjadi sorotan publik, menandai perkembangan baru dalam kasus hukum yang melibatkan mereka sebagai tersangka pencemaran nama baik.
Artikel Terkait
Jokowi Akan Awali Safari Politik ke Lampung Akhir Juni 2026
Analis: Blusukan Jokowi Tak Berdampak Elektoral bagi PSI dan Gibran
Guru Besar UIN Soroti Polemik APBN untuk Sapi Kurban Prabowo: Jangan Campuradukkan Ibadah Personal dan Program Sosial Negara
Razman Arif Nasution Duga Isu Ijazah Palsu Jokowi Sengaja Dimainkan untuk Gerus Dukungan Politik