PARADAPOS.COM -Ketua Bappilu DPP PPP Sandiaga Uno akan mendapatkan evaluasi di internal seiring jebloknya suara partai berlambang kabah di Pemilu 2024 hingga dinyatakan tidak lolos parlemen karena tak memenuhi ambang batas 4 persen.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/3).
“Saya kira itu pasti bisa dilakukan (mengevaluasi Sandiaga Uno),” kata Amir.
Amir menyebut, pada Kamis malam (21/3) pengurus DPP PPP menggelar rapat harian dan sempat disinggung soal Bapilu di bawah kepemimpinan Sandiga Uno.
“Bahwa karena Bappilu selesai tugasnya sampai dengan tanggal 20 atau setelah pengumuman hasil rekapitulasi KPU, maka semalam Bappilu sendiri sudah kita bubarkan di Internal PPP,” tegasnya.
Saat disinggung mengenai peran Sandiaga hingga tak memberikan efek suara apapun ke PPP, Amir enggan berspekulasi. Dia juga tak ingin menyalahkan salah satu pihak saja di Pemilu 2024 ini.
“Ya saya apapun itu akumulasi dari kerja-kerja seluruh kader. Kita juga tidak boleh menyalahkan satu dua orang. Tapi pasti sekali lagi memang ada penanggung jawab terkait dengan pemenangan ini,” pungkasnya.
Berikut daftar perolehan dan persentase suara 18 parpol nasional di 38 provinsi dan 128 wilayah pemilihan luar negeri:
1. PDIP: 25.387.278 (16,72 persen)
2. Golkar: 23.208.654 (15,29 persen)
3. Gerindra: 20.071.708 (13,22 persen)
4. PKB: 16.115.655 (10,62 persen)
5. Nasdem: 14.660.516 (9,66 persen)
6. PKS: 12.781.353 (8,42 persen)
7. Demokrat: 11.283.160 (7,43 persen)
8. PAN: 10.984.003 (7,24 persen)
9. PPP: 5.878.777 (3,87 persen)
10. PSI: 4.260.169 (2,806 persen)
11. Perindo: 1.955.154 (1,29 persen)
12. Gelora: 1.281.991 (0,84 persen)
13. Hanura: 1.094.588 (0,72 persen)
14. Buruh: 972.910 (0,64 persen)
15. Ummat: 642.545 (0,42 persen)
16. PBB: 484.486 (0,32 persen)
17. Garuda: 406.883 (0,27 persen)
18. PKN: 326.800 (0,215 persen)
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sebut Kritik Pengamat Ekonomi Sikap Sempit dan Tidak Patriotik
Menkeu Kritik Analisis Ekonomi di TikTok dan YouTube: Kita Nggak Perlu Takut
Refly Harun Duga Tekanan Ijazah Jadi Alasan Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice ke Jokowi
Said Didu Sindir Permintaan Maaf Penggugat Ijazah Jokowi dengan Perumpamaan Intan