Salah satu sikap konsisten yang harus dimiliki parpol koalisi yakni mendukung seluruh program pemerintahan Prabowo hingga 2029 mendatang.
"Kalau semuanya semangatnya sama dan tentu saja menerima program-program dari Pak Prabowo nantinya jadi ini memang sebuah adjustment yang harus dilakukan oleh teman-teman yang bergabung," katanya.
Andi lantas menyinggung PDIP yang belum menentukan sikap politik. Menurutnya, akan jauh lebih baik satu parpol besar tetap berada di luar pemerintahan meskipun sepenuhnya merupakan hak Prabowo.
"Saya tidak tahu kalau Mas Masinton (politikus PDIP) mau masuk ke koalisi pemerintahan atau tidak, tapi rasanya bagus kalau ada satu dan cukup besar di luar pemerintahan tapi sekali lagi ini (keputusan) Pak Prabowo sendiri, siapa-siapa (yang diajak gabung) kami hanya menunggu saja bagaimana perkembangan situasi," tandas eks Menpora era SBY itu
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet: Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo dengan Ganti Pratikno?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK Pratikno
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu
Kritik Ahli: Pembangunan Infrastruktur Jokowi Masif Tapi Tidak Merata, Ini Analisisnya