"Kami marah, terlebih mengenang kawan-kawan kami yang sudah mendahului,” katanya penuh emosi.
Kurniawan menambahkan sudah sepantasnya ada apresiasi dari para elite kepada sukarelawan yang telah berjuang sejak lama. Namun, kenyataannya berbeda.
“Sekarang mereka duduk manis sebagai komisaris atau jabatan lain, sedangkan kami seperti tidak dianggap. Bahkan, mereka seolah takut bertemu sukarelawan. Ini kenapa? Takut?” ujarnya.
Lebih jauh Kurniawan juga mewaspadai adanya serangan dan pembangkangan terhadap Presiden Prabowo yang diduga berasal dari internal.
"Kami tidak pernah menuntut saat dilupakan, tetapi ketika mereka yang tak berjuang justru mendapat jabatan dan kemudian berkhianat, itu yang membuat kami sakit hati,” ungkapnya.
Kekecewaan sukarelawan makin memuncak dengan munculnya tagar-tagar yang dinilai menyakitkan dan diduga berasal dari internal mereka sendiri.
“Para pengkhianat bangsa yang hanya menumpang hidup dari kemenangan Prabowo, tidak menghargai pengorbanan kami sejak 2014. Kami akan selalu mengingat dan siap melakukan perlawanan,” pungkasnya.
Sumber: JPNN
Artikel Terkait
Kontroversi Kelulusan Jokowi di UGM: Analisis 2 Pernyataan Berbeda Rektor Ova Emilia
Reshuffle Kabinet: Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo dengan Ganti Pratikno?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK Pratikno
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu